HarianBernas.com – Meteor Garden, serial Asia yang dulu begitu booming di tahun 2002, kini seolah mengulang kembali kesuksesannya meski hanya diputar ulang, bukan seri yang baru. Ya, sejak 13 Maret lalu, serial ini diputar di salah satu televisi swasta.
Nah, meski diputar di jam 7.30 pagi, rupanya tetap menarik animo penonton yang cukup tinggi. Banyak netizen yang mulai membahasnya di media sosial. Beberapa menginginkan agar tidak diputar slot pagi.
Maklum saja, serial Meteor Garden kala itu pernah menjadi tontonan wajib banyak kalangan remaja saat itu. Bahkan, terbilang sukses menjadi tontonan nomor satu. Bahkan, mewabah seperti drama Korea saat ini. Aktor dan aktrisnya pun menjadi idola tersendiri bagi para pengagumnya atau fansnya.
Sebut saja, Tao Ming She, tokoh antagonis yang sering membuatnya gregetan karena sikapnya yang arogan terhadap tokoh wanita, San Chai, tokoh protaganis yang selalu menjadi korban dan dianiaya, tapi menjadi rebutan di dalam kelompok F4, terutama Hua Zhe Lei, tokoh yang pendiam, tidak banyak bicara.
Tokoh lainnya Mei Zuo dan Xi Men, dua sosok inilah yang selalu dihadirkan untuk selalu berada di antara konflik yang ada, misal menurunkan tensi konflik antara ketiga tokoh seperti San Chai, Tao Ming She, atau Hua Zhe Lei.
Rasa ingin merasakan nostalgia romansa serial Asia inilah tentu yang memicu animo penonton untuk menyaksikannya lagi, terutama penggemar remaja yang dulu pernah menontonnya dan kini tentunya sudah dewasa. Konflik yang terjadi di serial Meteor Garden memang cukup seru untuk diikuti, bahkan bisa membawa penonton untuk merasakan penderitaan San Chai yang selalu menjadi korban dan tak berdaya. Tersia-sia mungkin menjadi kata yang tepat.
Tokoh utama Meteor Garden, San Chai memang menjadi titik fokus dari cerita ini. Selain membiayai kuliahnya sendiri, San Chai harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya karena Ayahnya di-PHK. San Chai, yang berarti rumput liar memang tak pernah goyah ketika dinjak-injak sosok Tao Ming She, anak konglomerat Taiwan. Karena sering berseteru inilah nanti Tao Ming She kenan batunya sendiri, yaitu cinta mati-matian dengan San Chai.
San Chai bukan tokoh perempuan yang mudah ditaklukan hatinya karena pada awalnya ia mencintai Hua Zhe Lei pada pandangan pertama. San Chai pun terkenal dengan pekerja keras, bukan peminta-minta, yang sebetulnya bisa saja memanfaatkan kelompok F4 untuk meraih keuntungan yang banyak.
