HarianBernas.com – Penemuan penting kembali didapat oleh astronom. Kali ini yang menjadi objek temuan mereka adalah bintang yang berevolusi mengelilingi lubang hitam.
Pasangan bintang dan lubang hitam memang sudah lama diketahui oleh para astronom. Namun baru kali ini ada bintang yang mengelilingi lubang hitam dalam jarak yang begitu dekat.
Jarak antara bintang yang baru ditemukan dengan lubang hitam jika diumpamakan sama dengan 2,5 kali jarak antara Bumi dan Bulan. Sebagai akibat dari jaraknya yang dekat dengan lubang hitam, bintang tadi hanya memerlukan waktu setengah jam untuk melakukan satu putaran orbit revolusinya.
Bintang dan lubang hitam yang sama terletak di gugus bintang 47 Tuc X9 yang berjarak 14.800 tahun cahaya dari Bumi. Kedua benda langit tadi sebenarnya sudah lama diketahui oleh para astronom. Tepatnya sejak tahun 1989. Namun mereka pada waktu itu masih belum mengetahui karakteristik kedua benda langit tadi.
Astronom Arash Brahmian menjelaskan kalau pasangan benda langit tersebut awalnya diidentifikasi sebagai bintang bajang putih bernama X9 yang menghisap material dari bintang menyerupai Matahari di sebelahnya.
Namun di tahun 2015, salah satu dari benda langit tersebut diketahui sebagai lubang hitam. Pengamatan lebih lanjut akhirnya menemukan kalau X9 tidak menghisap material dari benda langit di sebelahnya. Tetapi lubang hitam tadi yang menghisap material gas dari X9.
Sebelum X9 ditemukan, bintang berjarak paling dekat dengan lubang hitam adalah MAXI J1659-152. Bintang tersebut memerlukan waktu 2,4 jam untuk menyelesaikan satu putaran penuh orbit revolusinya. Rekan penelitian Brahmian yang bernama Craig Heinke menjelaskan kalau mempelajari lubang hitam adalah hal yang penting karena selain membantu menjelaskan siklus hidup bintang, lubang hitam turut menentukan kehidupan bintang di dekatnya.
