HarianBernas.com – PBB merilis laporan terbaru yang membuat kuping Israel panas. Komisi bawahan PBB yang bernama ESCWA pada hari Rabu (15/3/2017) menerbitkan laporan yang menyatakan kalau Israel menciptakan rezim apartheid yang mendominasi rakyat Palestina. Apartheid adalah sistem berbasis diskriminasi rasial yang pernah digunakan di Afrika Selatan hingga tahun 90-an.
Menurut Rima Khalaf selaku Sekretaris Eksekutif ESCWA, laporan ini adalah laporan pertama buatan lembaga bawahan PBB yang menyatakan secara tegas kalau Israel adalah negara rasis yang menindas rakyat Palestina. Pernyataan tersebut dibuat oleh Khalaf dalam acara peluncuran laporan ESCWA di kota Beirut, Lebanon.
ESCWA beranggotakan 18 negara Arab dengan wilayah Asia Barat sebagai ruang lingkup utama aktivitasnya. Tujuan utama lembaga ini adalah untuk memajukan sektor sosial dan ekonomi negara-negara anggotanya. Menurut Khalaf, laporan ini dibuat atas permintaan dari negara-negara anggota ESCWA.
Kutipan dari laporan tersebut menyatakan kalau Israel mencoba memecah belah rakyat Palestina ke dalam empat kelompok berbeda. Keempat kelompok yang dimaksud adalah warga Palestina di Tepi Barat serta Jalur Gaza, warga Palestina di Yerusalem Timur, warga negara Israel berdarah Palestina, dan warga Palestina yang bermigrasi ke negara-negara lainnya. Khalaf lantas berharap kalau laporan ini bakal membantu memberikan informasi mengenai akar masalah di kawasan tersebut.
Danny Danon selaku Dubes Israel untuk PBB mengecam laporan tersebut. Menurut Danon, laporan yang dirilis ESCWA tersebut adalah laporan yang memalukan dan berisi kebohongan. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam laporan ini dan membandingkannya dengan artikel propaganda buatan Nazi.
