HarianBernas.com – Pengangguran adalah masalah sosial yang bisa dijumpai di hampir setiap negara. Tak terkecuali di Belarus. Namun pemerintah Eropa negara Timur tersebut bertekad mengakhiri fenomena tersebut. Media BelTA yang berbasis di Belarus memberitakan kalau pemerintah Belarus mewajibkan seluruh warganya yang masih menganggur untuk mendapatkan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal 1 Mei.
Menurut Presiden Alexander Lukashenko, orang-orang dengan perilaku antisosial seperti pemabuk harus dipaksa untuk bekerja. Ia juga berjanji kalau orang-orang yang kehilangan pekerjaannya bakal mendapat bantuan dari lembaga milik pemerintah supaya bisa kembali mendapatkan pekerjaan.
Kendati demikian, Lukashenko menekankan kalau seseorang hanya bisa memperoleh pekerjaan jika orang tersebut berusaha untuk mendapatkannya. Lukashenko juga menambahkan kalau ia berniat melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Jika sesudah tanggal 1 Mei masih ada warga Belarus yang tidak memiliki pekerjaan, maka orang tersebut harus bertemu secara langsung kepada dirinya.
Lukashenko juga tidak percaya kalau mendapatkan pekerjaan adalah hal yang sulit. Ia lantas menjelaskan kalau petugas di kota Minsk kerap menggunakan mesin-mesin berharga mahal untuk keperluan membersihkan kota. Namun mesin-mesin tadi memerlukan biaya operasional yang tinggi dan sebenarnya bisa digantikan oleh tenaga kerja manual. Lukashenko pun berpendapat kalau mereka yang masih menganggur bisa mengisi posisi tersebut.
