HarianBernas.com – Skandal memalukan tengah membelit militer AS. BBC memberitakan kalau para anggota Marinir AS secara diam-diam ternyata mengedarkan foto-foto telanjang rekan wanitanya sendiri di sebuah grup Facebook. Grup yang sama dilaporkan sudah ditutup. Namun ketika masih aktif, grup tersebut memiliki anggota mencapai 30 ribu orang.
Aktivitas para oknum Marinir tersebut pertama kali terkuak oleh lembaga The War Horse yang didirikan veteran Thomas Brennan. Menurut laporan The War Horse, pada bulan Januari seorang anggota grup Marinir di Facebook memposting sebuah link yang mengarah ke Google Drive.
Link tersebut ternyata berisi foto-foto anggota Marinir wanita yang sedang tidak berpakaian. Anggota grup yang lain lantas dianjurkan untuk turut mengunggah foto-foto serupa beserta identitas mengenai Marinir wanita yang fotonya dipajang. Salah seorang anggota wanita Marinir yang diwawancara oleh The War Horse menduga kalau para oknum Marinir tadi mendapatkan foto dirinya dari Instagram miliknya.
Grup Facebook dan link Google Drive tersebut sekarang sudah dihapus atas permintaan dari Korps Marinir AS. Sekarang lembaga Naval Criminal Investigative Service tengah melakukan penyelidikan atas skandal ini.
Sersan Mayor Ronald Green mengutuk keras aktivitas yang berlangsung di dalam grup tersebut. Menurut Green, aktivitas tersebut merupakan serangan langsung terhadap warisan dan etos kerja Marinir. Ia lantas menambahkan kalau tindakan oknum-oknum di dalam grup tersebut melukai sesama marinir beserta anggota keluarganya.
Jenderal Robert Neller pada hari Jumat (10/3/2017) juga mengeluarkan kecaman serupa kepada para oknum Marinir yang terlibat dalam aktivitas ini. Ia lantas meminta para Marinir wanita yang menjadi korban untuk segera membuat keluhan resmi supaya proses penyelidikan atas insiden ini bisa semakin mudah.
