HarianBernas.com – Uni Eropa nampaknya masih belum rela jika harus benar-benar kehilangan Inggris. Jean-Claude Juncker selaku Presiden Komisi Eropa secara terang-terangan menyatakan kalau dirinya tidak menyukai keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Ia pun berharap supaya Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa suatu hari nanti.
Dalam konferensi pers yang dibuatnya di Brussels, Belgia, Juncker juga menegaskan kalau masalah Brexit alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak akan mengakhiri rencana jangka panjang Uni Eropa. Ia pun meminta negara-negara anggota Uni Eropa lainnya untuk tetap melangkah ke depan kendati tidak lagi ditemani oleh Inggris.
Inggris secara resmi masih berstatus sebagai anggota Uni Eropa. Namun Perdana Menteri Inggris Theresa May diperkirakan akan segera mengaktifkan Artikel 50 dalam waktu dekat. Artikel 50 adalah artikel dalam konstitusi Uni Eropa yang mengatur prosedur keluarnya suatu negara dari keanggotaan Uni Eropa.
Sekali diaktifkan, keanggotaan Inggris di Uni Eropa secara otomatis akan hangus dalam kurun waktu dua tahun. Sisa waktu yang dimiliki Inggris tersebut selanjutnya harus dimanfaatkan oleh Inggris untuk berunding dengan perwakilan Uni Eropa dan mendapatkan kesepakatan pengganti. Salah satu topik paling krusial mengenai negosasi Brexit adalah nasib 3 juta warga negara Uni Eropa yang menetap atau mencari nafkah di Inggris.
