HarianBernas.com – Kerugian yang tidak sedikit harus ditanggung oleh militer Suriah akibat serangan rudal AS belum lama ini. Menurut Sekretaris Pertahanan AS James Mattis, sebanyak 20 persen pesawat milik angkatan udara Suriah tidak bisa lagi dioperasikan akibat hancur atau rusak berat.
?Departemen Pertahanan AS memperkirakan kalau serangan (oleh militer AS ? red.) menyebabkan rusak atau hancurnya gudang amunisi dan bahan bakar, kemampuan pertahanan udara, serta 20 persen pesawat Suriah yang masih bisa dioperasikan. Pemerintah Suriah kini kehilangan kemampuannya untuk mengisi bahan bakar dan persenjataan di pangkalan udara Sharyat,? terang Mattis dalam pernyataan resminya.
Mattis juga menjelaskan alasan di balik serangan AS tersebut. ?Serangan militer AS ke pangkalan udara Sharyat pada tanggal 6 April adalah tanggapan terhadap penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah. Presiden memerintahkan aksi ini supaya senjata kimia tidak lagi digunakan di sama depan, dan untuk menunjukkan kalau AS tidak akan diam saja ketika Assad membunuh warga tak berdosa memakai senjata kimia.?
Dalam serangan tersebut, AS diketahui meluncurkan 59 rudal Tomahawk dari kapal-kapal perangnya di Laut Mediterania. Militer Suriah mengumumkan kalau serangan tersebut selain merusak infrastruktur bandara juga menewaskan 6 orang. Menurut kesaksian lembaga pengamat dari kubu oposisi, militer Suriah masih menggunakan Sharyat sebagai tempat peluncuran pesawatnya beberapa jam usai serangan rudal AS.
