HarianBernas.com – Sebagai lembaga yang didirikan untuk mengayomi negara-negara anggotanya, PBB seharusnya bisa bertindak sebagai pelindung bagi rakyat di suatu negara. Sayangnya kasus demikian tidak berlaku di Haiti. Pasalnya di negara Karibia tersebut, personil keamanan PBB justru malah terlibat skandal pedofilia atas anak-anak setempat.
Menurut laporan PBB seperti yang dikutip oleh ABC News, sebanyak 9 anak Haiti menjadi korban pelecehan seksual oleh 134 personil PBB yang semuanya berasal dari Sri Lanka. Peristiwa memalukan tersebut dilaporkan berlangsung sejak tahun 2004 hingga 2007.
Untuk memikat anak-anak tadi supaya mereka bersedia melakukan hubungan seks, personil PBB akan menawari mereka dengan kue atau beberapa lembar uang dollar. Salah seorang korban perempuan diketahui baru berusia 12 tahun. Sementara korban anak laki-laki yang baru berusia 15 tahun saat skandal tersebut terjadi mengaku kalau ia sempat berhubungan badan dengan lebih dari 100 personil PBB yang berbeda.
Begitu skandal tersebut terkuak, 114 di antara personil PBB yang terbukti bersalah dikirim ke negara asalnya. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang menjalani hukuman pidana. Secara terpisah, laporan yang diangkat oleh media Associated Press memaparkan kalau selama 12 tahun terakhir, ada lebih dari 2 ribu kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh personil PBB di seluruh dunia.
Skandal yang mencoreng muka PBB tersebut tak pelak mengundang kecaman dari rakyat Haiti. Pengacara Haiti yang bernama Mario Joseph meminta simpati kepada masyarakat di luar Haiti dengan berkomentar, ?Bayangkan jika PBB pergi ke AS dan memperkosa anak-anak. Penegakan hak asasi manusia bukan cuma untuk pria kulit putih yang kaya raya.?
