HarianBernas.com – Kehebatan Korea Utara ternyata bukan hanya ada pada kepemilikan senjata nuklirnya. Negara yang tertutup tersebut ternyata juga memiliki tim peretas yang mengincar badan-badan keuangan di seluruh dunia. Menurut ilmuwan dari perusahaan keamanan piranti lunak Kaspersky, kawanan peretas yang memiliki hubungan dengan Korea Utara bertanggung jawab atas serangan ke bank-bank yang terletak di belasan negara berbeda.
Awalnya hanya ada 4 negara yang jaringan perbankannya diketahui menjadi korban serangan dari kelompok peretas tersebut. Negara-negara tersebut adalah Bangladesh, Filipina, Vietnam, dan Ekuador. Belakangan sasaran mereka meluas ke bank-bank yang berbasis di negara Indonesia, India, Irak, Kenya, Gabon, Nigeria, Ethiopia, Kenya, Kosta Rika, Polandia, Malaysia, Taiwan, dan Thailand.
Operasi peretasan tersebut dikenal dengan istilah ?Lazarus?. Uang hasil peretasan yang berhasil mereka ambil dipercaya bakal digunakan untuk membiayai proyek senjata nuklir Korea Utara. Untuk menyamarkan jejaknya, kawanan peretas tersebut melancarkan aksinya dari server yang terletak jauh dari lokasi asli mereka. Namun tim peneliti Karsperky berhasil mendeteksi jejak mereka karena mereka sempat menunjukkan sambungan sinyal dengan Korea Utara.
Reputasi Korea Utara dalam perang di dunia maya sendiri belakangan ini kian disegani. Tahun 2014 lalu, peretas asal Korea Utara membobol situs milik Sony Pictures beserta para pegawainya sebagai akibat dari rencana Sony merilis The Interview. Film bergenre komedi tersebut dipermasalahkan oleh pemerintah Korea Utara karena memparodikan Kim Jong Un.
