HarianBernas.com – Serangan rudal-rudal tomahawk AS ke pangkalan udara Suriah turut menuai tanggapan dari pemerintah Arab Saudi dan Iran. Al Jazeera memberitakan kalau dua negara raksasa Timur Tengah tersebut memberikan tanggapan yang saling bertolak belakang terkait insiden yang menewaskan 6 orang dan merusak sejumlah pesawat Suriah tersebut.
Pemerintah Arab Saudi melalui kantor berita Saudi Press Agency miliknya menyatakan kalau pihaknya mendukung penuh tindakan AS membombardir pangkalan udara Shayrat. Menurut mereka, serangan atas target militer Suriah adalah hal yang pantas mengingat militer Suriah sebelumnya melakukan serangan memakai gas beracun kepada warga sipil di kota Khan Sheikhoun.
Respon berbeda diberikan oleh Iran. Bahram Qassemi selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan AS yang menurutnya merupakan bentuk serangan secara sepihak. Ia juga menambahkan kalau tindakan macam itu hanya akan memperkuat teroris-teroris di Suriah dan menambah rumit situasi di kawasan setempat.
Arab Saudi dan Iran mendukung kedua pihak yang berbeda dalam perang saudara Suriah. Jika Arab Saudi mendukung kubu pemberontak dan meminta agar presiden Bashar Al-Assad segera turun dari jabatannya, maka Iran mendukung pemerintah Suriah dan menuduh kubu pemberontak sebagai kawanan teroris.
