LEBAK, HarianBernas.com ? Masyarakat Suku Baduy Luar yang menjadi korban kebakaran mulai membangun rumah. Mereka memanfaatkan terpal dan bahan-bahan lain yang diperoleh dari hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
“Untuk saat ini, biarkan mereka memulai kembali kehidupan sehari-hari usai bencana kebakaran dengan tenang. Kami yakin warga Baduy bisa mandiri dan paham akan lingkungannya,” ungkap Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Minggu (28/5/17).
Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi menggalang dana bagi warga Suku Baduy Luar yang terdampak kebakaran. Pasalnya, semua Pemerintah Kabupaten Lebak bisa menyelesaikan urusan bencana tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kementerian Sosial tengah memberikan bantuan senilai Rp 2,4 miliar. Terdiri dari Uang Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp 328.500.000 untuk 118 kepala keluarga (KK) atau 362 jiwa dan bantuan logistik senilai Rp 68 juta lebih.
Sebanyak 84 rumah adat Suku Baduy Luar hangus terbakar. Diduga penyebab kebakaran dari api tungku pengolahan gula aren. Rumah warga serta lumbung padi pun ludes akibat kebakaran tersebut. Pemukiman Suku Baduy Luar yang terbakar itu berlokasi di Kampung Cisaban, RT 02 RW 02, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
