HarianBernas.com – Tato tentu bukan lagi hal yang asing untuk anak-anak muda zaman sekarang. Baik laki-laki maupun perempuan, kadang sangat menyukai seni merajah tubuh ini. Tato dianggap sebagai bentuk pernyataan diri.
Saat ini, juga cukup banyak anak muda yang membubuhkan lukisan permanen ini pada kulit mereka. Tidak dipungkiri bahwa tato memang mempunyai daya tarik tersendiri di mata para pecinta tato. Nah, jika kalian juga tertarik dan berniat untuk membuat tato, sebaiknya kalian ketahui dulu risikonya.
1. Bisa Terjadi Infeksi
Kalian tentu sudah tahu pentingnya membuat tato di tempat yang bersih dan steril. Dalam membuat tato, harus pada tempat yang bisa dipercaya kebersihannya.
Memastikan kebersihan ini sangat penting. Faktanya meski alat yang digunakan sudah steril, tapi kalian tetap bisa terkena infeksi dari tinta yang terkontaminasi jamur. Penggunaan air yang tidak steril untuk mengencerkan pigmen merupakan salah satu penyebab infeksi tinta. Sayangnya, belum ada cara untuk mengetahui, apakah tinta yang digunakan dalam membuat tato bebas dari kontaminasi atau tidak. Oleh kerana itu, sebaiknya kalian berpikir ulang jika ingin membuat tato.
2. Timbul Reaksi Alergi
Jika kalian membuat tato, kemudian timbul ruam merah di sekitar tato, kemungkinan besar hal tersebut adalah infeksi. Reaksi alergi juga memiliki reaksi yang sama, radang dan gatal. Perlu diketahui, karena tato merupakan sesuatu yang permanen, begitu juga dengan alerginya.
3. Kandungan Racun dalam Tinta
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa ada senyawa beracun yang ditemukan dalam sebagian tinta tato. Hal ini dikarenakan banyaknya tinta murah yang beredar, di mana pasokan utamanya berasal dari Tiongkok. Di mana, tinta murah ini tidak diatur standar keamanannya. Parahnya lagi, ada sebuah studio tato yang menggunakan tinta printer hingga cat mobil.
4. Jangan Membuat Tato Sendiri
Membuat tato sendiri memiliki risiko yang cukup tinggi untuk kalian terjangkit infeksi atau alergi. Memang tidak semua orang yang memasang tato mengalami hal ini, tapi perlu diingat bahwa risiko tetap ada. Karena sifatnya permanen, kemungkinan efeknya pun juga permanen.
Ada baiknya kalian mengenali risiko membuat tato. Karen tato itu permanen, kemungkinan risikonya pun perlu diperhatikan lagi.
