BANTUL, HarianBernas.com – Puluhan orang yang tergabung dalam LSM penyelamat Bantul menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Bantul, Kamis (15/6) siang. Massa datang dengan membawa foto-foto dalam ukuran besar kerusakan bagian-bagian yang ada di pasar Angkruksari, Kretek yang pembangunanya menelan anggaran Rp 12,3 miliar tersebut.
Sebelumnya dari catatan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang telah diserahkan ke Pemkab Bantul beberapa hari lalu, BPK meminta kontraktor melakukan perbaikan terhadap paving block yang pecah. Juga perbaikan bagian-bagian bangunan yang lain serta diminta mengembalikan uang ke kas negara yang nilainya ratusan juta. Ditemukan pula beberapa bagian bangunan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.
?Saya berharap ada perhatian terhadap kasus ini,? kata Koordinator aksi Erwansyah Riyadi.
Aksi tersebut menuntut beberapa hal. Diantaranya agar DPRD Bantul sebagai wakil rakyat mau menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah yang didanai oleh APBD.
Untuk pansus LHP BPK yang terbentuk, harus mau bersikap obyektif dan jujur terhadap realitas dan fakta-fakta di lapangan terkait berbagai proyek yang diselenggarakan pemerintah. Baik pengadaan barang maupun pembangunan infrastruktur.
Pansus DPRD Bantul diminta juga untuk melakukan uji laboraturium material bangunan pasar. Pansus diharapkan juga mau meminta kepada BPK untuk melakukan audit investigasi lebih lanjut terhadap pembangunan pasar Angkruksari.
Sementara Pambudi Mulyo, Ketua Pansus LHP BPK DPRD Bantul mengatakan pihaknya menyerap aspirasi yang ada dan akan membahas dalam rapat.
Begitupun dengan Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengatakan pihaknya melakukan pencermatan dan pembahasan terkait LHP BPK tersebut.
?Maksimal pembahasan 30 hari dan kita belum ada 30 hari sudah pembahasan,? katanya.
