HarianBernas.com ? Kekerasan yang untuk kesekian kalinya terjadi di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem di dalam seminggu ini. Adanya bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel telah memaan korban jiwa. Suasana ketegangan sangat terasa hingga ke seluruh dunia.
Sebenarnya ini bukan kali pertama terjadi di Kota Tua Yerusalem. Paling tidak setiap satu tahun satu kali terdapat kegemparan di wilayah ini. Untuk pekan ini bentrokan tersebut terjadi karena tentara Israel sedang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa yang membuat umat Islam Palestina merasa marah.
Tidak terlalu banyak yang bisa dipahami tentang persoalan yang ada di masjid tersebut. Namun setidaknya terdapat 9 fakta tentang Masjid Al-Aqsa beserta konflik yang ada di dalamnya yang dikutip dari kumparan.com:
Tidak Hanya Terdiri Satu Masjid Saja
Bukan seperti yang dipercayai oleh banyak orang, sebenarnya Majid Al-Aqsa bukanlah masjid yang memiliki kubah emas. Masjid ini merupakan sebuah kompleks di Kota Tua Yerusalem yang termasuk Kubah Batu atau Dome of Rock yang terbuat dari emas, Masjid Qibly, Masjid Narwani dan Masjid Buraq.
Masjid Qibly sendiri dikenal sebagai Masjid Al-Aqsa karena memang terdekat dengan kiblat di Kabah, Mekah. Kompleks beberapa masjid tersebut dinamakan Haram al-Sharif atau Masjidil Aqsa.
Situs Suci Tiga Agama
Luas dari kota tua Yerusalem tidak lebih dari 1 km persegi. Walaupun tidak terlalu luas, ternyata di dalamnya terdapat banyak situs suci yang terdiri dari 3 agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Untuk umat Islam sendiri, Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama serta masjid suci ke-3 paling besar setelah Masjidil Haram di Mekkah serta Masjid Nabawi di Madinah.
Sedangkan untuk umat Kristen, situs ini adalah tempat Yesus disalib dan kemudian dibangkitkan. Sedangkan untuk umat Yahudi, kota Tua Yerusalem merupakan tempat tersuci karena merupakan situs bekas kerajaan Israel dan berbagai kuil Yahudi.
Kubah Pertama di Dunia
Kubah Batu atau Dome of Rock ternyata merupakan kubah pertama yang dibangun di dunia. Untuk bangunan itu sendiri dibuat pada masa Kekhalifahan bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Marwan.
Sebenarnyadi tahap awal kubah yang satu ini tidak berwarna emas namun terbuat dari kayu yang telah kemudian dilapisi kuningan atau keramik. Setelah itu pada 1 milenium kemudian tepatnya di masa Kekhalifahan Ottoman baru dilapisi dengan emas.
Sedangkan di dalamnya ada di batu yang diyakini merupakan lokasi Nabi Muhammad ketika pergi ke langit di dalam sebuah peristiwa Isra Miraj. Untuk umat Yahudi sendiri, batu tersebut diyakini sebagai lokasi Nabi Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya Ismail.
Menjadi Tempat Sampah
Romawi ternyata menjadikan kompleks Masjid Al Aqsa sebagai lokasi penimbunan sampah. Pada saat itu, umat Yahudi telah diusir dari Yerusalem. Setelah itu Yerusalem pun dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab, akhirnya sampah tersebut dibersihkan oleh tangan Umar sendiri. Umar pun memperbolehkan umat Yahudi kembali lagi ke Yerusalem setelah diusir lebih kurang 1 abad.
Pernah Dibakar bahkan Dihancurkan
Bukan sekali beberapa masjid di Masjid Al Aqsa telah dihancurkan dan kemudian dibangun lagi karena adanya peperangan, bencana atau invasi. Berdasarkan sejarah yang ada, di tahun 700-an, masjid Al-Aqsa telah dihancurkan karena adanya gempa bumi di Yerusalem. Sedangkan adanya pendudukan Israel di tahun 1967 sering terjadi kerusakan karena kekerasan zionis.
Sedangkan di tahun1969, Denis Michael Rohan yang merupakan warga Australia telah membakar mimbar Al-Aqsa. Setelah itu di tahun 1982, Alan Goodman yang merupakan tentara Amerika-Israel yang beragama Yahudi telah menembaki Jemaah di masjid Al-Aqsa dan sudah menewaskan 2 orang serta 11 orang.
Saat ini ancaman hancurnya Masjid Al-Aqsa berasal dari tentara Israel yang memang dikenal sering merusak saat terjadi bentrokan. Israel pun sudah mengekskavasi serta menggali banyak situs suci dengan merusak pondasi masjid.
Saksi dari Pembantaian Ribuan Muslim
Masjidil Aqsa merupakan saksi bisu dari pembantaian ribuan umat Islam yang terjadi dalam perang salib di tahun 1099. Pada saat Tentara Salib masuk ke kota Yerusalem, ribuan umat Islam pun berlindung di Majid Al-Aqsa. Lebih kurang umat Islam dibantai di sana.
Kemudian Masjidil Aqsa diubah menjadi kawasan Istana, sedangkan untuk Dome of Rock diubah menjadi gereja sedangkan untuk ruang bawah tanah masjid menjadi kandang kuda. Para muslim yang bisa selamat dari pembantaian dan tertangkap maka akan disalib. Setelah 88 tahun, tentara Islam yang dipimpij oleh Salahudin al Ayubbi kemudian sukses membebaskan Yerusalem.
Pencaplokan Yerusalem oleh Israel
Penguasa Yerusalem selalu berganti-ganti. Dalam 1 abad terakhir ini wilayah ini dikuasai oleh Kekhalifahan Ottoman, kemudian Inggris dan kemudian penguasaan bersama dengan Israel dan Yordania sejak 1967, sampai sekarang Israel yang mengakui kekuasaannya.
Penguasaan Yerusalem oleh Israel termasuk juga Masjid Al-Aqsa yang di dalamnya telah diawali adanya pencaplokan Yerusalem Timur dengan populasi adalah Muslim Palestina. Israel melakukan tindakan pencaplokan selama enam hari sehingga dikenal dengan nama Perang Enam Hari.
PBB melalui Dewan Keamanan pun lewat resolusi nomor 478 pun mengecam adanya pencaplokan Yerusalem Timur dan menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Kemudian di tahun 1980, parlemen Israel, Knesset kemudian mengklaim sudah menyatukan Yerusalem dan menyatakan jika kota ini adalah ibu kota Israel. Tetapi komunitas internasional termasuk ?sahabat? mereka yakni Amerika Serikat tetap menganggap jika ibu kota adalah ibu kota Israel, Tel Aviv.
Pemantik Konflik di Masjidil Aqsa
Mayoritas adanya bentrokan serta konflik yang terjadi di Masjid Al Aqsa terjadi karena adanya pembatasan masuk oleh tentara Israel kepada Muslim Palestina. Tetapi beberapa konflik yang terjadi karena Israel telah melanggar perjanjian di tahun 1967 tentang kunjungan umat Yahudi ke Masjidil Aqsa.
Menurut tradisi setelah terjadi pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel, Umat Yahudi telah dilarang beribadah di Masjidil Aqsa. Mereka bisa saja datang di waktu shalat tetapi bukan beribadah melainkan hanya berkunjung. Tetapi hal itu dilarang oleh Israel sendiri, terlebih pada saat hari raya Yahudi.
Kemudian di tahun 2015, umat Islam Palestina sangat marah karena pemerintah Israel justru memasukkan tak sedikit umat Yahudi agar bisa beribadah di Masjidil Aqsa. Paling sedikit terdapat 28 warga Palestina yang tewas serta ratusan lainnya terluka karena adanya bentrok dengan tentara Israel.
Kehidupan Sehari-hari
Warga Palestina yang ada di daerah caplokan Israel di Yerusalem sering mendapat diskriminasi. Jika warga Yahudi menggunakan status penduduk, maka Muslim serta Kristen Palestina justru memiliki kartu identitas khusus yakni ?penduduk tetap?. Beberapa hak mereka pun mendapat perlakukan yang tidaks ama dengan warga Yahudi dan pastinya dilarang untuk masuk ke dalam dunia politik.
Tetapi ketika berada di masa damai, dalam keseharian antara penduduk Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat sebenarnya saling melengkapi. Sebagai contohnya, warga Yahudi di Israel Barat lebih menyukai berbelanja di daerah timur karena lebih murah. Sedangkan warga Palestina dapat berkuliah di Hewbrew University.
