HarianBernas.com ? Jepang dikenal sebagai pusatnya segala hal yang berbau canggih. Akhir bulan Juli lalu, Jepang menjadi tuan rumah turnamen yang mungkin bakal menjadi gambaran mengenai seperti apa turnamen di masa depan. Turnamen yang dimaksud di sini adalah turnamen sepak bola antar robot.
Turnamen tahunan bertajuk RoboCup tersebut diselenggarakan di kota Nagoya dan diikuti oleh tim-tim dari dalam serta luar Jepang. Ada beragam jenis turnamen yang masing-masingnya dibedakan berdasarkan ukuran dan jenis robot peserta.
Sebagai contoh, ada turnamen yang mempertandingkan robot-robot yang bentuknya menyerupai menara berjalan. Sementara untuk turnamen kategori humanoid, robot yang dipertandingkan adalah robot yang anatominya menyerupai manusia dan bergerak memakai kedua kakinya.
Kategori humanoid sendiri bisa dibedakan lagi menjadi tiga kelas turnamen, yaitu kelas anak, remaja, dan dewasa. Semakin besar ukuran robot yang dipertandingkan, maka semakin tinggi pula penggolongan kelas robot tersebut.
Gerakan robot-robot humanoid yang bertanding dalam turnamen ini masih tergolong kaku jika dibandingkan dengan keluwesan pemain sepak bola yang sesungguhnya. Namun hal tersebut tetap tidak mengurangi keriuhan penonton saat melihat tim-tim robot yang dijagokannya bertanding satu sama lain.
Turnamen RoboCup sudah diselenggarakan sejak tahun 1997. Untuk edisi tahun ini, turnamen humanoid kelas remaja dan dewasa berhasil dimenangkan oleh tim NimbRo dari Jerman. Sementara untuk kelas anak, yang keluar sebagai pemenang adalah tim Rhoban dari Universitas Bordeaux, Perancis.
Itsuki Noda selaku presiden Federasi RoboCup menjelaskan kalau turnamen sepak bola dipilih sebagai sarana terbaik untuk mengembangkan teknologi dan kecerdasan buatan pada robot. Pasalnya sepak bola memerlukan kerja sama tim dan kemampuan pengambilan keputusan yang baik.
