Bernas.id – Lulus dari bangku SMA seperti membuka gerbang besar menuju kehidupan yang sebenarnya. Masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan bagi remaja. Namun mereka tidak terbayang bagaimana kegiatan mereka setelah menyelesaikan pendidikannya.
Dari survei yang dilakukan pada lebih kurang 100 remaja yang akan menyelesaikan pendidikan SMA dan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, berikut 3 hal yang paling mereka khawatirkan.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Salah Pilih Jurusan
Memilih jurusan bagi remaja yang duduk di bangku kelas 12 SMA adalah masalah yang paling krusial. Mereka mengidam-idamkan masuk ke jurusan atau program studi yang mereka harapkan. Remaja sering bertanya kepada guru atau orang tua jurusan apa yang sebaiknya mereka masuki. Saran orang tua dan guru sangat dibutuhkan sebagai pertimbangan bagi pemilihan jurusannya, karena bagi remaja, mereka ingin masuk ke jurusan yang sesuai dengan minat dan cita-cita mereka.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
Tidak Diterima di Kampus Impian
Tidak hanya jurusan yang membuat remaja bingung memilih, namun universitas mana yang akan dimasuki pun menjadi pertimbangan penting. Kampus-kampus favorit menjadi tujuan utama bagi para remaja. Kekhawatiran tidak dapat lolos masuk ke universita impian mereka baik melalui jalur seleksi rapor maupun jalur ujian tulis menjadi kekhawatiran terbesar setelah kekhawatiran pemilihan jurusan. Dalam benak para remaja, kuliah dii kampus impian akan dapat membuat mereka lebih mudah menggapai cita-cita.
Baca juga: 11 Jurusan Di Universitas Mahakarya Asia dan Peluang Karirnya
Mengecewakan Orang Tua
Banyak juga orang tua yang berharap anak remajanya akan memasuki jurusan dan kampus favorit. Hal yang demikian selaras dengan keinginan remaja untuk menjadi pribadi yang sukses. Membayangkan dirinya mencapai karir gemilang selalu ada dalam benak para remaja yang ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA. Jika tidak dapat masuk ke universitas dan jurusan yang diinginkan tentunya akan membuat remaja kecewa, dan meraka berpikir hal tersebut juga akan mengecewakan kedua orang tuanya.
Remaja perlu dukungan dari banyak pihak untuk mencapai cita-cita. Memahami kekhawatiran remaja adalah salah satu cara untuk membantu mereka terlepas dari kekhawatiran akan hal yang belum terjadi. Memotivasi remaja akan potensi positifnya dan membangun semangatnya untuk terus mengembangkan diri juga hal penting, untuk mendukung perkembangan para remaja. Jurusan dan kampus mana yang akhirnya mereka masuki, bukan semata-mata karena kecerdasan, Namun juga ada takdir yang sudah digariskan yang Maha Kuasa yang tidak dapat ditolak.
Baca juga: Mau Kuliah Arsitektur? Inilah Mata Kuliah Jurusan Arsitektur di UNMAHA
