Bernas.id ? Ada sebuah mural baru yang menggambarkan momen romantis antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mural itu terpampang di sebuah dinding di Tepi Barat Yerusalem.
Mural bermuatan politis itu memperlihatkan bibir Trump dan Netanyahu saling mengecup satu sama lain dan dilengkapi dialog. Gambar kedua tokoh dunia yang berciuman itu menarik perhatian banyak orang yang melintas di Tepi barat Yerusalem, seperti dikutip dari Slate.com, Selasa (31/10/2017).
Di atas kepala Netanyahu pada mural tersebut, terdapat kalimat bertuliskan, “Terima kasih untuk dinding ini 'Trumpy',” merujuk tembok kontroversial yang memisahkan pemukiman Israel – Palestina di Tepi Barat Yerusalem.
Sedangkan, dialog Presiden Trump yang menanggapi Netanyahu bertuliskan, “Sayang, negaramu (Israel) akan selalu menjadi prioritas utama cintaku.”
Mural bermuatan politis itu merupakan karya Lushux, seniman yang mengaku berasal dari Australia.
“Tembok itu saja merupakan sebuah pesan politis,” kata Lushux kepada Reuters. Ketika diwawancarai, Lushux menyamarkan identitas dengan menutupi wajahnya.
“Saya tidak perlu menuliskan 'Free Palestine' atau semacam itu yang bernada lebih gamblang yang justru diabaikan oleh orang-orang,” katanya.
Lushux berpendapat, lewat mural dengan gambar yang menarik perhatian dan bersifat simbolik tapi mengandung pesan laten yang tajam, hati masyarakat internasional akan tergerak untuk mendalami isu konflik Israel-Palestina.
Baca juga Donald Trump Mengklaim Berkat Dirinyalah ISIS Kalah
Namun kini, mural Lushux yang menggambarkan adegan ciuman Trump dan Netanyahu itu sudah ditimpa dengan cat. Diduga, ini dilakukan oleh otoritas setempat.
Mural karya Lushux itu bukanlah mural pertamanya yang terpampang di tembok kontroversial tersebut.
Sebelumnya, ia menggambar mural lain yang menunjukkan Presiden Trump mencium sebuah menara pengawas milik aparat Israel di tembok tersebut.
Karya Lushux lainnya menggambarkan Trump mencium tembok di Yerusalem tersebut dan dilengkapi kotak dialog bertuliskan, “Aku (Trump) akan membuat saudara laki-laki untuk kamu (tembok Tepi Barat).” Rencana 'membuat saudara laki-laki' yang dimaksud adalah rancangan tembok perbatasan AS-Meksiko yang diusulkan oleh Trump.
