Bernas.id – Orang tua bagi anak adalah madrasah pertama bagi anak. Anak mulai belajar sesuatu dengan mendengar, melihat, dan mengamati reaksi orang tuanya. Apapun yang anak dapatkan dari orang tuanya, baik itu yang positif maupun yang negatif akan diikuti oleh anak. Oleh karena itu, wajib bagi orang tua untuk berhati-hati dalam bersikap agar tidak berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.
Sebagai orang tua, baiknya mengetahui apa saja yang harus dihindari dalam perkataan maupun perbuatannya. Berikut 10 kesalahan-kesalahan orang tua yang sering dilakukan dalam mendidik anak.
1. Bosan menjawab pertanyaan anak.
Naluri anak kecil adalah ingin mengetahui seluruh benda yang ada di sekitarnya. Dia akan terus bertanya sampai benar-benar ia mengerti nama-namanya. Yang jadi permasalahan justru orang tua kadang malah memangkas dan mengatakan, ?Adik, kan tadi pagi sudah menanyakan ini, kok tanya lagi? Tanya yang lain dong.? Yang lebih parah, ada orang tua yang memarahi anak diiringi dengan bentakan. Dampaknya anak tidak mau bertanya lagi. Ini adalah kerugian yang besar bagi perkembangan anak.
2. Membentak dan memarahi anak.
Sedikit orang tua yang mengetahui dampak dari membentak anak. Mereka hanya berpikir bahwa efeknya hanya anak akan menangis, benci orang tua, atau berbalik marah. ?Toh nanti juga akan kembali normal seperti biasa lagi?. Perlu diketahui bahwa dampak dari membentak anak tidak hanya sebatas itu, tapi akan merusak sel otak anak. Bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa sekali bentakan itu dapat merusak lebih dari 1 milyar sel otak anak. Wow … ngeri bukan? Untuk itu, mulai sekarang sebisa mungkin tahanlah amarah untuk membentak anak sebelum nanti Ayah Bunda menyesal.
3. Mengancam
?Awas ya kalau tidak mau makan besok tidak diberi uang jajan?, ?Pokoknya kalau Adik sampai menangis maka Abang tidak boleh ikut?. ?Awas? dan ?pokoknya? adalah kata-kata yang sering dipakai orang tua untuk menekan anak melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Jika orang tua sering mengancam dengan kata-kata seperti ini maka anak akan merasa cemas dan takut. Kecemasan ini justru bisa jadi akan menimbulkan reaksi anak untuk melakukan hal-hal negatif sebagai pelampiasannya.
4. Pergi dengan sembunyi-sembunyi
Ketika anak tidak mau berpisah saat orang tua akan berangkat kerja, biasanya orang tua mengelabui anak. Nah, saat anak terkelabui, orang tua langsung tancap gas dengan perasaan lega. Eits! Tunggu dulu. Perasaan lega ini hanya sementara, lo. Karena si anak akan belajar pola orang tua. Suatu saat dia juga akan mengelabui orang lain termasuk orang tuanya sendiri. Lalu bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan orang tua? Berkatalah sejujurnya sambil membelai anak bahwa Ayah akan berangkat bekerja mencari uang agar bisa bersedekah, membeli baju, menabung, membayar biaya sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya
Jika setelah dijelaskan anak tetap tidak melepas pegangannya, maka pergilah meskipun anak menangis. Lama-lama anak akan terbiasa dan tidak akan menangis lagi.
5. Membanding-bandingkan anak
?Pelajaran seperti ini saja tidak paham. Coba seperti si fulan tuh. Rajin dan pintar?. Pernahkah Ayah Bunda membanding-bandingkan anak dengan anak dengan anak lain? Mungkin maksud orang tua untuk memberi motivasi agar anak mau mencontoh orang yang disebut. Tapi benarkah si anak termotivasi? Atau sebenarnya justru ia akan merasa rendah diri dan kurang dihargai? Jawabnya adalah dengan melihat Ayah Bunda sendiri jika ada orang lain yang membandingkannya dengan orang lain. Misal suami mengatakan: ? Bu Asih itu hebat ya ?. Punya anak 4 tapi tak pernah terdengar ada keributan. Sabar lagi orangnya.? Kira-kira kalau suami berkata seperti itu siapa yang tersindir? Apalagi kalau selama ini si istri kurang sabar dalam mendidik anak.
Intinya bahwa kebanyakan orang tidak suka dibanding-bandingkan. Apalagi jika membanding-bandingkan kekurangannya. Ingat! Semua anak itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Fokuslah pada kelebihannya. Jika ingin memotivasi anak, carilah cara lain tanpa harus membanding-bandingkan.
Inilah 5 kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang tua tanpa mereka sadari. Semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit pencerahan dalam mendidik anak.
