Bernas.id – Setiap manusia dalam agamanya haruslah memiliki iman. Wujud dari jawaban atas segala penciptaan di alam semesta beserta isinya. Karena tidak mungkin kita dan segala makhluk tercipta begitu saja. Pasti ada Yang Maha Menciptakan kita, yang Maha Besar atas segala kehidupan di alam semesta. Lalu sampai di manakah tumbuh iman kita? Berikut susunan tahapan tentang rasa iman kita terhadap Tuhan.
1. Kepercayaan
Dasar dari sebuah iman adalah kepercayaan. Iman sendiri memiliki arti percaya. Artinya kita percaya tentang adanya Tuhan baik dari segi ucapan, isi hati dan perbuatan. Tumbuhkan dulu rasa percaya kamu. Yakinkan hati dan lakukan ucapan dan perbuatan sesuai dengan perintah Tuhan.
2. Ketakutan
Tahap kedua adalah rasa takut. Setelah percaya, rasa takut dari dalam diri akan tumbuh. Kita akan sering membayangkan apa yang akan terjadi jika kita meninggalkan Tuhan dan tidak mengimani-Nya. Tentu saja siksaan yang pedih di dunia dan akhirat.
3. Kebiasaan
Lakukan tindakan, ucapan dan isi hati kita tentang iman secara berulang-ulang. Jadikan ini sebuah kebiasaan. Segala yang sudah biasa, lama-lama akan sulit ditinggalkan. Beribadah, membantu sesama, sikap baik dalam diri. Semua itu akan tercermin dalam diri kita, jika kita sudah biasa melakukannya.
4. Kebutuhan
Setelah biasa melakukannya. kamu akan berada pada tahap membutuhkannya. Rasa butuh ini akan ada dalam diri kamu, sehingga sulit untuk kamu tinggalkan. Rasa butuh ini yang mengesampingkan rasa-rasa yang lain. Menunjukkan hakekat kita hidup di dunia yang sebenarnya.
5. Kenikmatan
Puncak dari iman bukanlah kebutuhan, melainkan kenikmatan. Saat kamu bisa menikmati iman. Kenikmatan spiritual yang kamu rasakan akan membuatnya terus melakukan dengan ikhlas dan bahagia. Melakukannya lebih dari kebiasaan dan kebutuhan. Rasa nikmat dekat dengan Tuhan. Bukan hanya percaya tentang iman tapi juga mencintai-Nya dengan sejati melebihi rasa cinta kita pada diri.
