Bernas.id ? Allah menciptakan manusia dengan sedemikian rupa dan dianugerahi kelebihan pada pikirannya. Untuk pikiran, hewan pun berpikir jika dilatih sehingga apabila diperintah hewan pun segera melaksanakannya. Lalu bagaimana dengan pikiran manusia? Apakah manusia juga bertindak setelah diperintah? Tidak, oleh sebab itu Allah tidak hanya menganugerahi pikiran saja namun juga akal. Akal itu yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan akal manusia tahu mana yang baik untuk dirinya dan mana yang tidak baik untuk dirinya.
?Setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran adalah pengarahan. Jika arah yang ditentukan bersifat negatif maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori ke arah negatif. Begitu pula sebaliknya, jika arah yang di tentukan bersifat positif maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori ke arah positif.? (Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen dalam Ibrahim Elfiky, 2017)
Pengarahan? Arahan darimana? Sumber yang mengarahkan pola pikir kita, berasal dari dua sumber yaitu sumber internal (orang tua dan keluarga) dan sumber ekternal (masyarakat, sekolah, teman, media massa). Sumber internal mungkin bisa berpengaruh tapi masih lebih kuat pengaruh dari sumber eksternal terutama pada media massa terutama pada televisi atau sosial media.
Zaman sekarang media massa sangat berpengaruh terhadap pola pikir, terutama anak-anak atau remaja yang masih ingin mencari jati dirinya. Namun, dari kedua sumber tersebut, tetap yang bisa merubah pikiran Anda adalah diri Anda sendiri karena pikiran adalah hasil dari pilihan Anda sendiri.
?Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.? (Ar-Ra?d: 11).
Lalu adakah kaitannya antara pikiran dan kesehatan? Dalam hadis Rasulullah pun dijelaskan bahwa, “janganlah kalian pura-pura sakit sehingga benar-benar jatuh sakit.”
Hal tersebut menjelaskan bahwa pikiran dapat mengarahkan pada kesehatan Anda karena dengan pikiran Anda akan menciptakan suatu persepsi. Jika Anda berpikir sehat maka Anda akan sehat dan memiliki semangat untuk hidup sehat. Namun, jika Anda berpikir sakit atau tidak akan bisa sembuh dari suatu penyakit yang sedang Anda derita, maka yang terjadi sesuai apa yang Anda pikirkan tersebut. Oleh sebab itu, latihlah diri Anda untuk selalu berpikir positif karena hal tersebut akan membentuk persepsi Anda menjadi positif pula.
Apakah hanya dengan berpikir positif saja? Tidak, tetapi juga memohon bantuan dan tawakal kepada Allah dan tetap perlu ke dokter untuk mengontrol perkembangan kesehatan Anda, yang pasti tetap harus optimis dan percaya bahwa, “tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya.” (di riwayatkan oleh HR. Imam Bukhari).
Bagaimana? Siapkah Anda berpikir positif hari ini?
