Bernas.id – Kehadiran seorang anak dalam rumah tangga adalah peristiwa yang sangat dinanti-nantikan. Kehadiran seorang anak dalam rumah tangga juga adalah sebuah kemuliaan. Tentu saja yang paling merasakan proses ini adalah seorang perempuan. Proses kehamilan membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Saat melahirkan pun demikian, dibutuhkan perjuangan. Ketika anak yang dinantikan pun lahir ke dunia, rasa bahagia tak terkira yang dirasakan. Tibalah saat dimana seorang ibu mengorbankan waktu tidurnya demi memenuhi kebutuhan si bayi. Tak jarang bagi beberapa ibu mengalami yang namanya Baby Blues, yang jika tidak ditindaklanjuti dengan baik bisa menyebabkan depresi yang serius.
Proses yang dimulai sejak dalam perut, lahir, menjadi bayi, lalu merangkak hingga berjalan dan disebut sebagai balita. Di masa ini seorang anak sama sekali belum mengetahui arti norma dan kesopanan. Usia ini identik dengan bermain dan daya imajinasi luar biasa yang sedang berkembang sangat pesat. Tak jarang dengan proses tumbuh kembangnya tersebut, membuat kita sebagai orang tua terutama seorang ibu merasa kewalahan. Bisa dibayangkan misalnya seorang ibu yang bekerja di ranah publik dan tidak memiliki seorang baby sitter.
Pulang kantor lelah bekerja mendapati kamar dalam keadaan berantakan akibat baju dalam lemari yang diporak-porandakan, dinding rumah penuh dengan coretan, lantai kotor dengan ceceran body lotion dan bubuk kopi, belum lagi makanan berceceran di mana-mana.
Namun sebisa mungkin tahan emosi Bunda, meski terkadang khilaf terutama ketika dalam kondisi lelah atau lapar. Di bawah ini tips untuk bunda mengendalikan emosi dalam situasi yang tidak diinginkan saat menghadapi balita aktif :
1. Diam dan tarik nafas panjang melalui hidung sebanyak sepuluh hitungan, kemudian hembuskan nafas perlahan dengan lembut melalui hidung sebanyak sepuluh hitungan lagi. Lakukan sembari terima dengan ikhlas apa yang terjadi di hadapan Bunda.
2. Tarik senyummu Bunda. Katakan dalam hati, bahwa pemandangan di depan mata adalah pemandangan yang wajar.
3. Jangan merasa tertekan, karena ini juga terjadi dengan ibu yang lain.
4. Turunkan standar kerapihan agar bunda tidak merasa stres sendiri.
5. Menjauh dulu sementara dari anak-anak, untuk mencegah keluarnya kalimat-kalimat yang pada akhirnya akan Bunda sesali. Atau jika anak-anak berusaha mendekat dan Bunda tak tahan ingin menumpahkan kekesalan, cobalah bunda peluk mereka dan gelitiki. Daripada kalimat aneh yang keluar dari mulut Bunda, lebih baik katakan:
?Oh tidak mau mendengar Bunda ya? Sini Bunda gelitiki kalian?. Tertawa bersama mampu melupakan sejenak rasa kesal.
6. Melangkahlah ke dapur, minum segelas air dingin.
7. Duduk sejenak, jika ada cokelat di kulkas segera eksekusi, konon cokelat bisa mengubah mood seseorang. Jika tidak ada cokelat bisa diganti dengan makanan lain (asalkan makanan yang sehat), barangkali Bunda emosi karena dalam keadaan lapar.
8. Jika kebetulan bertepatan dengan waktu salat, segeralah berwudhu dan salat dalam keadaan tenang (tidak terburu-buru).
9. Ikuti kelas yoga terdekat. Yoga sangat bermanfaat untuk mengurangi stres dan melatih kesabaran melalui olah fisik dan olah nafas.
Jangan lupa bahagia ya Bunda. Karena tidak hanya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Namun pada ibu yang bahagia ada anak-anak juga yang bahagia dan cerdas. Demikian tips di atas, semoga bermanfaat.
