Bernas.id. Penduduk beragama Islam di Indonesia yang jumlahnya dominan, membuat pangsa pasar segala jenis usaha berbasis syariah tak mungkin mati. Ke depannya, justru akan semakin punya harapan cerah.
Berbanding terbalik dengan pemikiran beberapa pihak yang menganggap prinsip-prinsip bisnis berdasarkan ketentuan agama sudah kuno dan tinggal menunggu ditelan zaman, kenyataannya memanfaatkan segala sesuatu yang bersifat sesuai syariah dalam berbisnis di Indonesia justru bisa memberi nilai plus. Maka, jangan heran kalau kemudian produk dan jasa kita jadi dikejar-kejar calon pelanggan.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, bidang busana muslimah sudah membuktikan sendiri. Di luar itu, hotel, mal, restoran, properti, travel agent, salon, sport club hingga grocery store dan banyak lainnya sedang berupaya menuju puncak kejayaan.
Sebenarnya apa yang yang dimaksud dengan prinsip syariah dalam berbisnis? Apakah yang tidak beragama Islam bisa ikut memanfaatkannya? Berikut sedikit informasi sebagai panduan umum.
Hanya menjual yang halal dan baik
Islam mengatur setiap sisi dalam kehidupan manusia, termasuk apa saja yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi/digunakan. Panduan kehalalan dalam makanan, berpakaian, pergaulan maupun pemenuhan kebutuhan hidup lainnya sudah jelas. Jadi gunakan saja prinsip itu sebagai acuan untuk memproduksi barang atau jasa. Inovasi produk dibutuhkan, tapi orang-orang Islam menghindari sifat berlebih-lebihan yang tidak perlu.
Bebas riba
Riba termasuk pelanggaran berat dalam agama Islam. Meskipun di era kekinian kondisi membungakan uang dianggap biasa saja, tapi kalau ingin menyasar pasar orang-orang yang taat beragama, jangan pernah gunakan cara itu. Untuk barang-barang yang mahal dan perlu dicicil, libatkan hanya bank syariah sebagai peminjam dana, karena mekanisme pembiayaan dan simpan pinjam uang ada aturannya tersendiri. Termasuk untuk modal usaha Anda, hindari pinjaman ke bank yang mengandung riba karena pasti akan menghilangkan keberkahan.
Mengedepankan niat baik dan tolong menolong
Bisnis dalam Islam tak lepas dari keyakinan bahwa keberhasilan hanyalah datang dari Allah Sang Maha Pemberi Kekayaan. Maka memulai bisnis juga wajib didasarkan pada niat beribadah semata. Soal rizki, sudah ada hitungannya tersendiri yang dijamin bagi setiap manusia. Dengan prinsip itu, Anda yang berkecimpung di dunia bisnis bisa menjalankan usaha dengan lebih tenang dan percaya diri. Pada dasarnya kebanyakan konsumen Anda, khususnya sesama muslim, pasti juga punya pandangan hidup yang sama.
Berpegang pada keadilan dan sikap saling percaya
Adil juga punya makna bahwa penjual tidak akan pernah dengan sengaja mencurangi pembelinya atau sebaliknya. Bermacam-macam akad dalam jual beli sudah diatur secara detail rambu-rambunya dalam agama, sehingga saling percaya bisa terjalin dengan baik. Tidak mungkin ada pemaksaan atau penipuan jika prinsip hukum syariah dalam jual beli dijalani dengan benar.
Memahami prinsip-prinsip dasar tersebut, dijamin bisnis Anda siap melambung tinggi menembus langit. Siapa yang menjamin? Tentu saja Allah Yang Sang Maha Pemberi Rizki, karena semua yang tertulis di atas memang berasal dari perintahNya.
