Bernas.id – Anak adalah titipan dari Tuhan untuk hambaNya. Hamba yang terpilih untuk dititipi sang buah hati, hasil cinta dari pasangan halal yaitu suami dan istri. Kenapa banyak yang sudah membutuhkan kehadiran seorang anak tapi Tuhan tidak memberikannya? Kemungkinan kebutuhan itu belum teruji, tapi hanya sebuah keinginan. Tuhan akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jadi banyak usaha dan berdoa dan pastikan pada Tuhan kalau pasangan itu memang benar membutuhkan kehadiran sang buah hati. Bersyukurlah kalian yang sudah dikaruniai amanah yang paling berharga yaitu seorang anak manusia. Sudahkah Anda menjaga amanah itu dengan baik?
Sudah selayaknya orang tua menjaga dan mendidik anaknya dengan baik. Jangan salah mendidik karena akan berakibat sangat fatal. Sebagai orang tua juga pasti menginginkan anaknya menjadi yang terbaik, menjadi anak yang pintar dan sebagainya. Tapi, sebagai orangtua, kita juga tidak boleh egois memaksakan kehendak kita dan tidak memikirkan kemampuan anak. Akhirnya, anak akan depresi dan gila di usia dini.
Berikut penyebab anak depresi dan berujung gila di usia dini:
1. Kekerasan Pada Anak
Anak bandel adalah sesuatu yang wajar. Tergantung orang tua bagaimana menyikapinya. Kalau disikapi dengan kelembutan, bicara dari hati ke hati dan meminta kemudahan dariNya, anak akan berubah menjadi anak yang baik. Tetapi, ketika anak bandal disikapi dengan kekerasan, dipukul atau dimarahi secara berlebihan itu hanya membuat anak menjadi lebih bandel dan menjadi seorang yang pendendam. Bahkan, anak akan menjadi depresi dan gila kalau dipukul, dimarahi dan dibentak terus menerus. Kekerasan pada anak juga bermacam-macam, di antaranya: kekerasan psikis seperti membanding-bandingkan anak dengan temannya atau dengan saudara kandungnya. Kekerasan seksual seperti anak yang diperkosa. Dan penelantaran anak seperti kurangnya kasih sayang yang diberikan orangtua karena kebanyakan di luar rumah dan sedikitnya berkomunikasi terhadap anak.
2. Broken Home
Retaknya hubungan Ayah dan Ibu yang berujung pada perceraian akan membuat anak depresi. Karena dia akan merasa kurangnya kasih sayang dari orangtua. Akan memikirkan punya orangtua baru yang tidak sepenuhnya sayang dengan dirinya. Anak broken home akan merasa dirinya hidup sendiri tanpa ada yang dikecewakan dan tanpa ada yang dibuat senang.
3. Menuntut Anak Menjadi Pintar
Anak pintar adalah suatu kebanggaan bagi orangtua. Karenanya, orang tua seringkali memaksa anak untuk ikut banyak les tambahan tanpa memikirkan kemampuan sang anak. Padahal untuk anak usia dini itu adalah masa-masa di mana anak masih berada di dunia bermain tanpa keseriusan yang total. Hal ini membuat anak menjadi depresi dan berujung gila karena terlalu banyak menerima beban di pikiran, kurangnya istirahat dan kurangnya bermain dengan anak seusianya.
Yuk, Ayah dan Bunda sayangi anak?anak kita, amanah yang Tuhan berikan kepada kita. Kenali potensi yang dimiliki anak kita, jangan memaksakan kehendak diri. Sesekali dengarkan curhatannya. Bicara dari hati ke hati dengan buah hati kita. Buatlah buah hati bahagia memiliki orangtua seperti kita. Hindari penyebab-penyebab yang membuat anak depresi dan berujung gila jika tidak ditindaklanjuti.
