Bernas.id. Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Prestasi tersebut diukir oleh Agung Vendi Setyawan, S.Pd.SD guru SD Negeri Tamanan 2 Kalasan, Sleman dengan menyabet penghargaan sebagai Juara III pada Lomba Karya Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017. Final lomba ini diikuti oleh guru-guru SD dan SMP se-Indonesia pada 4 sampai dengan 8 September 2017 bertempat di Hotel Mercure Bali Harvestland Kuta, Bali.
Lomba yang lebih dikenal dengan sebutan INOBEL ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktoran Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI. Perlombaan ini bertujuan sebagai wahana untuk mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran guru dalam bentuk pameran hasil karya inovasi pembelajaran guru.
Para peserta yang terdiri dari ribuan guru tersebut harus melewati 4 tahap di antaranya tahap I meliputi seleksi administrasi secara daring (dalam jaringan) online. Tahap II meliputi seleksi naskah karya ilmiah untuk menguji prosentase similarity dan sitasi.
Bagi peserta yang lolos tahap II diundang untuk mengikuti seleksi tahap III yakni mengikuti Workshop Inovasi Pembelajaran yang dilaksanakan di 5 tempat yakni Jakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Dari 300 peserta guru SD yang mengikuti workshop tersebut diminta memperbaiki naskah untuk selanjutnya dikirimkan melalui email guna disaring menjadi 102 orang peserta.
Sebanyak 102 orang peserta yang terbagi dalam 3 kategori berhak mengikuti Tahap IV atau tahap final perlombaan INOBEL. Tiga kategori tersebut terdiri dari 34 orang kelompok MIPA (Matematika dan IPA), 34 orang kelompok IPSPB (IPS, PPKn dan Bahasa Indonesia) dan 34 orang kelompok SORAM (Seni, Olahraga, Agama dan Muatan Lokal). Dalam tahap ini para finalis berkewajiban mempresentasikan karya inovasinya di depan juri, melakukan display atau pameran karya dan tanya jawab seputar karya inovasi pembelajaran yang telah dibuat.
Peserta Guru SD dari DIY yang lolos ke tahap final tahun ini hanya 5 (orang). Asih Ambarwati, S.Pd. (SDN Timbulharjo, Sleman), Fita Sukiyani, S.Pd.SD, M.Pd. (SDN Sumber 1, Sleman) dan Ridwan Sapta Putra, M.Pd. (SD Brongkol Sedayu, Bantul) ikut dalam kelompok IPSPB. Dwi Paryanti, M.Pd. (SDN Bakalan, Bantul) ikut dalam kelompok MIPA dan Agung Vendi Setyawan, S.Pd.SD (SDN Tamanan 2 Kalasan, Sleman) ikut dalam kelompok SORAM.
DIY perlu bangga bahwa lewat lomba INOBEL ini untuk pertama kalinya Bahasa Jawa mendapatkan tempat terbaik di tingkat nasional. Oleh Agung Vendi Setyawan, S.Pd.SD yang sering disapa dengan Vendi ini, pembelajaran Bahasa Jawa dikemas dengan menarik dan menyenangkan dalam bentuk permainan Srampangan memanfaatkan sandal jepit dan karton bekas tempat susu. Srampangan merupakan akronim dari sabet (lempar), merangkai dan mencari pasangan kartu. Peserta didik usai bermain Srampangan selanjutnya diajak untuk bernyanyi tentang basa ngoko dan basa krama inggil dengan dikemas seperti gerak dan lagu berjudul Sadumuk Saunine (memegang dan bersuara).
?Srampangan-Sadumuk Saunine saya ciptakan untuk memotivasi siswa sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbahasa Jawa khususnya basa ngoko dan basa krama inggil. Melalui permainan Srampangan ini juga mengasah motorik kasar dan motorik halus anak sekaligus membaca aksara Jawa tentang perangane awak (bagian-bagian tubuh manusia). Permainan ini melatih kerja sama dan ketelitian melalui permainan sederhana yang murah meriah namun edukatif. Anak-anak juga diajak gerak lagu Sadumuk Saunine agar mereka hafal tentang nama-nama bagian tubuh manusia. Hal ini juga untuk mengajarkan unggah-ungguh sejak dini kepada anak-anak sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap Budaya Jawa agar tidak luntur. Jangan sampai terjadi wong jawa ilang jawane.? ujar Vendi kepada salah satu Tim Forum Guru Sleman Menulis (FGSM) usai menerima penghargaan.
Bagi Vendi yang juga tergabung dalam FGSM (Forum Guru Sleman Menulis), berkompetisi bukan untuk memperoleh juara, namun kompetisi dijadikan sebagai alat untuk mengukur kompetensi dan uji kelayakan karya sekaligus belajar dari peserta lain. Baginya kompetisi bergengsi ini bukan kali pertama dia ikuti, di tahun sebelumnya dia juga lolos menjadi finalis di ajang yang sama namun pada kelompok mata pelajaran yang berbeda. Di tahun 2016, dia menjadi finalis INOBEL kelompok IPSPB dengan mengangkat field trip, pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis Lectora dan simulasi pemugaran candi Hindu-Budha menggunakan kardus bekas.
Dia menambahkan bahwa inovasi pembelajaran yang dilakukan juga bertujuan untuk menciptakan lagu anak-anak agar lebih populer dan menepis keresahan orang tua tentang anak-anak yang lebih suka dan hafal lagu-lagu orang dewasa.
Belajar tidak harus menggunakan gadget. Guru perlu berinovasi dengan mengangkat potensi dan kearifan lokal yang ada di daerah dan lingkungan sekitar. Dalam pembelajaran guru perlu berkreasi salah satunya yakni membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas sehingga masuk dalam kategori 3R (reduce, reuse dan recycle). Guru juga perlu memberi teladan kepada siswanya untuk bekerja keras, mau belajar dan pantang menyerah lewat berkompetisi.
