Bernas.id – Saat ini banyak sekali pemuda-pemudi yang galau dan menyebarkan kegalauannya di berbagai sosial media. Galau karena jodoh tak kunjung terlihat. Galau karena ditinggal menikah oleh mantan dan berbagai kegalauan lainnya tentang jodoh. Padahal kegalauan itu seperti jamur yang bisa menyebar kemana-mana. Satu orang galau yang menuliskannya di media sosial bisa jadi diikuti oleh jomblo lainnya. Akhirnya para jomblo ramai-ramai menggalau. Padahal jodoh juga nggak bakalan serta merta datang dengan galau yang disebar-sebarkan.
Jadi daripada galau keterusan dan menjamur ke orang lain, lebih baik kesendirian kita ini diisi dengan kegiatan produktif. Salah satu kegiatan produktif yang bisa kita lakukan adalah dengan mengikuti seminar pra nikah dan seminar parenting seperti acara ?Prouductive Parents (wannabe)? yang telah diadakan pada hari Sabtu lalu, tanggal 21 Oktober 2017.
Acara yang mengusung tema ?Menjemput Amanah Baru, Mengasah Asa Menyemai Generasi? itu salah satunya diisi oleh sosok muslimah inspiratif yaitu Meyda Sefira. Dalam acara itu, Meyda memaparkan bahwa menikah itu bukan tergesa-gesa, karena tiap orang memiliki takdir yang berbeda. Yang penting kita mampu menyikapi ujian dari Allah dengan respon terbaik dan selalu husnudzon pada-Nya. Ia juga memberikan saran-saran untuk para jomblo yang sedang menanti jodoh. Apa aja saran-saran itu?
1. Luruskan niat menikah
Dulu Meyda Sefira memasang target menikah umur 23 tahun dengan kriteria yang muluk-muluk dan lebih ke arah standar yang duniawi. Namun target menikah itu tidak terealisasi. Dan akhirnya setelah 23 tahun, beliau meluruskan niat menikah. Kriteria-kriterianya yang diharapkannya pun diubah, yang taat sama Allah, saleh, baik dan sayang pada beliau dan keluarganya. Ia pun mengubah doa yang dipanjatkan yaitu ia meminta suami yang terbaik menurut Allah, bukan yang ia pilih tapi yang Allah pilih dan buat ia cinta dengan laki-laki itu. Akhirnya ketika ia meluruskan niat dan mengubah doa yang dipanjatkan, Allah pun menghadirkan sosok suami seperti kriteria-kriteria yang ia inginkan ketika berumur 23 tahun.
2. Pilih lingkungan pergaulan
Meyda juga mengatakan bahwa jodoh rata-rata nggak akan jauh-jauh dari lingkaran pergaulan kita. Jadi hati-hati memilih pergaulan dan hati-hati dalam menulis status kalau galau sebaiknya tidak di-publish karena bisa jadi ada seseorang yang sedang ?mengintai? kita. Law of attraction berlaku. Dan menikah itu seperti cermin, jika kita menginginkan jodoh dengan kriteria tertentu maka berupayalah untuk menjadi seperti itu dulu.
3. Membaca buku-buku pranikah
Perempuan dan laki-laki itu berbeda. Berbeda fisik dan berbeda secara pola pikir. Dan dalam pernikahan itu setiap orang perlu belajar mengerti pasangan. Oleh karena itu, menikah butuh ilmu. Dan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu bisa dengan membaca. Buku-buku pranikah yang Meyda baca antara lain ?Why Man Can?t Listen and Women Can?t Read Maps?, dan ? Men are From Mars, Women are From Venus“.
4. Pilih pasangan yang satu visi
Dalam seminar itu, Meyda juga bercerita bahwa ada seseorang yang pernah bertanya pada Dzakir Naik tentang bagaimana caranya mempunyai anak penghafal Quran. Lalu Dzakir Naik menjawab bahwa caranya gampang yaitu pilih pasangan yang mempunyai visi sama. Jadi dalam menikah memilih pasangan yang baik itu penting bukan hanya dilihat dari wajahnya saja karena secantik-cantiknya atau seganteng-gantengnya orang kalau nyakitin tetap aja sakit.
5. Berdamai dengan diri sendiri
Untuk dapat mencintai orang lain dan menjemput pernikahan maka hal yang perlu dilakukan adalah berdamai dulu dengan diri sendiri. kadang kita masih punya masa lalu. kadang masih punya persepsi negatif kalau laki-laki seperti ini dan itu atau punya masalah dengan orang tua ataupun berbagai hal-hal terpendam lainnya. Hal-hal ini jika belum tuntas dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga karena menikah itu berat. oleh karena itu sangat penting untuk tuntas dengan diri sendiri dulu dan siapkan diri kita untuk dapat kejutan dari Allah.
Nah itu beberapa saran dari Meyda Sefira yang bisa dipraktikkan oleh para jomblo yang sedang menanti jodoh. Semoga bisa dipraktekan agar kelak mampu membina rumah tangga surga dunia. Keep positive and productive ya!
