Sejenak, mari kita lupakan dulu polemik kata “pribumi” yang bermula dari ucapan pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada saat resmi dilantik pada Senin (16/10/2017).
Dari pada energi dihabiskan untuk berdebat, akan jauh lebih baik bila digunakan untuk menguak sosok Anies Baswedan yang sebenarnya. Berikut ini adalah 7 fakta tentang Anies Baswedan yang tidak banyak diketahui publik:
1. Anies Baswedan Anggota “Seksi Kematian“
Jiwa kepemimpinan Anies Baswedan mulai tumbuh dan berkembang ketika ia menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Yogyakarta. Saat itu ia bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan menjabat sebagai pengurus bidang humas. Salah satu tugasnya adalah mengabarkan info kematian ke seantero sekolah. Tugas inilah yang akhirnya membuat Anies dijuluki “seksi kematian”.
2. Melahirkan Kembali Senat Mahasiswa UGM
Tidak saja di bangku sekolah, Anies pun aktif di masa kuliah sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia menjadi sosok yang punya peran besar dalam lahirnya kembali Senat Mahasiswa UGM yang dibekukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peran inilah yang mengantarkannya menjadi Ketua Senat Universitas pada tahun 1992. Selain itu, Anies pun membuat gebrakan dengan membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif dan memosisikan senat sebagai lembaga legislatif dalam kongres mahasiswa UGM 1993.
3. Punya 3 Pedoman Memilih Karir
Anies Baswedan sangat selektif memilih karir . Ia selalu mengacu pada tiga pedoman yakni; apakah karir tersebut secara intelektual dapat tumbuh? Apakah dengan karir itu ia masih dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga? dan apakah karir tersebut mempunyai pengaruh sosial?
4. Berambisi Melunasi Janji Kemerdekaan
Sebagai cucu dari pejuang kemerdekaan, AR Baswedan, Anies selalu termotivasi dan memiliki energi besar untuk melunasi janji kemerdekaan. Hal ini ia wujudkan dengan mengajak semua orang baik terlibat mengurusi negeri. Ia pun mendirikan Gerakan Turun Tangan pada Agustus 2013 dan dalam satu tahun saja sudah 35.000 relawan ikut bergabung.
5. Menghapus Masa Orientasi Sekolah (MOS)
Anies sangat fokus membawa kualitas pendidikan manusia Indonesia ke arah yang lebih baik. Kesempatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Oktober 2014-Juli 2016 di era Presiden Joko Widodo ia maksimalkan dengan menghapus Masa Orientasi Sekolah (MOS). Ia menilai aktivitas ini disalahgunakan dengan adanya perpeloncoan oleh kakak kelas kepada siswa baru. Agar lebih efektif dan tepat sasaran, Anies menggantinya dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah dari pihak sekolah.
6. 100 Intelektual Publik Dunia
Kiprahnya bagi bangsa dan negara menuai apresiasi banyak pihak dari dalam dan luar negeri. Pada 2008 Majalah Foreign Policy memasukkan Anies Baswedan dalam 100 Intelektual Publik Dunia. Anies adalah satu-satunya orang Indonesia yang masuk daftar rilis tersebut dan namanya sejajar dengan tokoh dunia seperti Noam Chomsky (tokoh perdamaian), Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen.
7. Rektor Termuda di Indonesia
Tak bisa dinafikkan, prestasi Anies Baswedan dalam dunia pendidikan membawanya menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007 saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.
Source : www.kompas.com, www.wikipedia.org, www.biografiku.com
