Bernas.id ? Pada bulan Oktober ini, wilayah Indonesia sudah memasuki pergantian musim. Hendak meninggalkan kemarau yang kering untuk berubah ke musim hujan. Di siang hari, rasa panas menyengat dengan matahari yang sangat terik. Sedangkan, cuaca di malam harinya dapat berubah menjadi dingin, apalagi menjelang dini hari. Di musim-musim seperti inilah, tubuh kita dipaksa untuk mengikuti alur cuaca ekstrem, berganti-ganti di hari yang sama.
Musim peralihan atau musim pancaroba seperti ini berkaitan erat dengan berbagai gangguan kesehatan. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut lebih disebabkan karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus. Adapun penyakit populer yang menyerang pada saat musim pancaroba diantaranya, flu, batuk, gangguan pernapasan, masuk angin, gangguan pencernaan, typus, DBD hingga sakit persendian.
Untuk menyiasati serangan penyakit pancaroba, kita harus memasang tameng lebih tebal untuk melindungi diri. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terserang penyakit saat pergantian musim.
1. Banyak Mengkonsumsi Air Putih
Cuaca yang cenderung panas tinggi di siang hari mengakibatkan tubuh banyak kehilangan cairan. Maka air putih membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, air putih mampu meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan.
2. Istirahat Cukup
Penting sekali Anda memberikan waktu istirahat cukup bagi tubuh Anda, terutama pada saat musim pancaroba seperti ini. Karena tubuh banyak kehilangan energi saat menghadapi cuaca ekstrem.
3. Rajin Membersihkan Anggota Tubuh
Sumber penyakit kebanyakan dari benda-benda sekitar. Tangan menjadi anggota tubuh yang paling sering berinteraksi dengan banyak benda. Sangat dianjurkan untuk senantiasa mencuci tangan, apalagi usai memegang benda yang terindikasi kotoran. Selain mencuci tangan, jangan sampai melewatkan mandi untuk membersihkan badan secara keseluruhan.
4. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Selain peduli terhadap kebersihan diri, kebersihan lingkungan juga harus Anda perhatikan. Hindari lingkungan yang kotor, karena menjadi sarang nyamuk sumber penyakit. Juga lakukan pembersihan secara rutin dari debu-debu sisa kemarau yang masih berterbangan.
5. Senantiasa Membawa Jas Hujan Ketika Bepergian
Pada musim yang belum pasti seperti ini, datangnya hujan sulit untuk diprediksi. Bisa jadi ketika Anda keluar rumah, matahari sangat terik, tapi ketika di perjalanan tiba-tiba turun hujan. Maka, jas hujan sudah harus selalu di bawa dalam tas atau bagasi motor Anda.
6. Memakai Pakaian yang Tepat
Mulai siapkan pakaian-pakaian hangat untuk menghadapi udara dingin. Jika keluar rumah, selain jas hujan, jaket juga sangat penting untuk dipakai. Udara saat musim pancaroba seperti ini, juga rawan menjadi media pembawa penyakit. Pastikan Anda memakai pakaian tebal saat berkendara.
7. Rutin Berolahraga dan Beribadah
Olahraga merupakan penangkal penyakit yang terbukti paling efektif. Tidak perlu berolahraga terlalu berat, tetapi berkala. Beribadah, utamanya solat merupakan olahraga yang justru didesain khusus dari sang pencipta. Sehingga memperbanyak solat sunat mampu mencegah serangan berbagai macam penyakit.
