Bernas.id – Oli pelumas merupakan salah satu kebutuhan utama dan vital terkait maintenance atau perawatan mesin, baik mesin industri, mesin penerbangan, mesin perkapalan daan tak terkecuali mesin otomotif khususnya sepeda motor.
Sebagai salah satu komponen utama eksistensi mesin dalam proses operasionalnya, oli pelumas memiliki tingkat dibutuhkan yang tinggi. Maka menjadi hal mutlak, untuk mengganti oli pelumas sepeda motor jika sudah waktunya.
Saat ini berbagai macam oli sepeda motor sudah beredar di pasaran. Sayangnya, tidak semua oli itu asli, terselip juga beberapa oli palsu. Tentu hal itu sangat merugikan khususnya bagi konsumen sebagai pengguna oli, karen berdampak buruk terhadap sepeda motornya.
Menurut Asep Suherman, Kepala Bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) Daya Motor Cibinong, apabila menggunakan oli palsu, maka akan berdampak terjadinya masalah pada jeroan mesin.
?Karena jika menggunakan oli palsu yang saya temui biasanya pelumasan (mesin) kurang sempurna, jadi otomatis ada beberapa bagian kena seperti ring seher, piston, noken as, rocker arm,? ungkap Herman.
Herman juga menungkapkan, walaupun saat ini oli palsu cukup sulit untuk dibedakan, sepeda motor yang menggunakan oli palsu biasanya akan memiliki ciri-ciri khusus, yakni cepat menimbulkan asap. Selain itu, performa sepeda motor juga tidak akan enak digunakan, mulai dari tarikan hingga perpindahan transmisi yang kasar.
?Pas ganti oli itu terlihat olinya memuai cepat antara 1-2 minggu. Jadi cepat habis, kayak pakai oli bekas juga. Sebelumnya asap keluar dari knalpot, karena ada bagian-bagian yang terkikis, seperti pada bagian sehernya,? tuturnya.
Baca juga Berapa Sih Biaya Perbaikan Busa Jok yang Kempis?
Herman melanjutkan, apabila benar terjadi pada masalah pada bagian-bagian yang disebut di atas bukan tidak menutup kemungkinan harus dilakukan penggantian mesin. Wah sangat merugikan kan?
?Kalau sudah ganti mesin, untuk tipe matik, cub atau bebek (ongkosnya) itu bisa mencapai Rp 1,4 jutaan. Tapi itu estimasi, karena belum pasti ada yang rusak bahkan ada lebih,? ujarnya.
?Pentingnya takaran oli yang pas?
Sebagai tambahan, oli itu merupakan bagian penting supaya kinerja jeroan mesin tetap terjaga dengan baik. Tetapi yang wajib diketahui, penggunaan oli diwajibkan sesuai takaran dari yang dianjurkan pabrikan.
Menurut Assistant Sales Manager Aftermarket AISIN Asia Indonesia, Benny W Liem, guna mengetahui berapa oli yang dibutuhkan kendaraan, ada baiknya bertanya kepada yang ahlinya atau sesuai pedoman buku manual kendaraan. Hal itu tidak lain karena masih saja terdapat pemilik kendaraan yang kerap mengisi oli secara asal dan ternyata jauh dari takaran yang telah ditentukan.
?Kalau tidak terlumasi atau ada bagian-bagiannya yang kurang. Contohnya ada bagian komponen di dalamnya A sampai Z, kalau tidak terlumasi semua bisa tidak maksimal performanya,? ungkap Benny saat ditemui Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Memang tidak bisa dipungkiri, walaupun memiliki kendaraan, tidak semua mengenal detail kendaraanya. Termasuk takaran berapa liter oli yang harus diisi pada mobil kesayangnya.
Baca juga Anda Mau Membeli Mobil? Simak Dulu Tips Membeli Mobil Berikut Ini!
Menurut Benny, kurang mengisi oli dengan tepat akan membuat kendaraan bermasalah dalam jangka panjang. Beberapa bagian yang tidak terlindungi oli dipastikan akan terjadi gesekan antar komponen mesin, sehingga membuat di bagian mesin menguap dan menjadi panas.
Nah, sekarang sudah tahu kan akibat oli palsu jika digunakan pada kendaraan kita? Maka hindari ya, dan jangan lupa saat ganti oli harus sesuai takaran ya supaya semua komponen dapat terlumasi secara menyeluruh. Semoga bermanfaat !
