BALI, Bernas.id ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tengah menyiapkan sepuluh sumur bor guna mencukupi kebutuhan air bersih pengungsi Gunung Agung di Bali.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Satry Nugraha mengungkapkan sumur bor ini tak hanya dipersiapkan jika erupsi Gunung Agung terjadi tetapi bisa dimanfaatkan untuk para pengungsi. Gunung Agung sudah ditetapkan berstatus ?Awas? pada Jumat (22/9/17) lalu. Sehingga, masyarakat yang mengungsi sangat membutuhkan air bersih.
Baca Sepekan Gempa Meningkat Pvmbg ada Retakan di Permukaan Kawah Gunung Agung
“10 sumur bor akan dibuat di tiga kabupaten yaitu Bangli, Karangasem, dan Klungkung yang menjadi kantong-kantong pengungsian,” terangnya, Rabu (4/10/17).
Ia menjelaskan untuk membuat satu sumur bor membutuhkan waktu sekitar seminggu hingga satu bulan karena kondisi tanah berupa bebatuan. “Seperti di wilayah Karangasem, di sana saya dapat laporan jika tanahnya bebatuan mungkin bisa agak lama membuat sumur bornya,” kata Satry.
Menurutnya, jika dihidupkan selama 12 jam bisa digunakan sekitar 1.500 orang dengan estimasi per orang menggunakan 60 liter per hari. Diharapkan sumur bor ini bisa mencukupi kebutuhan air bersih para pengungsi jika erupsi Gunung Agung terjadi.
