Bernas.id – Kadang kita kesulitan jika menghadapi karyawan yang usianya jauh di atas kita. Diberikan instruksi berkata ?iya?, tapi lambat melakukan bahkan tak jarang tidak dilakukan sama sekali. Diberikan motivasi, bukannya terdorong malah sebaliknya. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar mampu menhadapi karyawan atau tim yang lebih tua daripada kita.
1. Lihat kelebihannya, jangan kekurangannya
Setiap orang pastinya mempunyai kelebihan masing-masing. Adalah kewajiban seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan tim yang berada di bawahnya. Adapun kelemahan tersebut diolah bagaimana caranya agar terarah, diberi petunjuk serta mengajak untuk melakukan perubahan. Sifat manusia sangat senang apabila dipercaya, dengan kelebihan yang dimiliki. Seyogyanya kita bisa memberikan kepercayaan sehingga tumbuh keinginan dari mereka untuk mengoptimalkan hasil dan melakukan yang terbaik.
2. Di-“wongke”
Manusia pada hakekatnya ingin dihargai apalagi yang usianya jauh di atas kita. Di-?wongke? (diorangkan) itu istilah Bahasa Jawa yang membuat orang merasa dihargai sebagai manusia sehingga timbul rasa sungkan akibat penghargaan tersebut. Seperti pesan dari Rasulullah Shallallaahu ?alaihi wasallam bersabda:
?Wahai Anas, hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda, maka kau akan menemaniku di surga.?
Baginda tercinta saja sudah mengisyaratkan agar kita menghormati yang tua. Kenapa demikian? Di dalam ilmu Fisika kita mengenal Hukum gaya dari seorang pakar bernama Isac Newton dalam Hukum III Newton:
Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
Hukum ini ternyata tidak hanya mengenai suatu benda, sama halnya apabila memberikan ?gaya ? berupa penghargaan terhadap orang, Pasti orang lain akan memberikan penghargaan yang sama dengan apa yang kita berikan. Mudah bukan?
3. Jiwa Merdeka
KH. Abdullah Gymnastiar pernah menyatakan tentang jiwa merdeka bahwa:
?Tidak menguasai sesuatu dan tidak dikuasai sesuatu?
Tidak bisa dipungkiri manusia memiliki sifat ingin mengusai orang lain. Hal inilah yang perlu kita sadari sebagai pemimpin harus bisa menahan diri untuk menghindari sifat semacam ini. Tumbuhkan sifat ingin memberikan yang terbaik bagi tim kita
Nabi Muhammad SAW. bersabda,
“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hidup akan sangat berarti jika kita bisa memiliki ?iiwa merdeka?, hati kita akan lebih tenang dan senang. Begitupun feedback sebaliknya dari tim, justru mereka akan lebih memiliki rasa tanggung jawab yang lebih dan membuat mereka jadi lebih produktif.
Wallaohu?alam.
