Bernas.Id – Kita mengenal kata leadership atau kepemimpinan. Yang sering dipelajari adalah bagaimana menjadi pemimpin atau atasan yang baik tapi lupa untuk belajar tentang hal apa saja yang harus dihindari jika menjadi seorang atasan.
Berikut ini 7 hal yang membuat atasan disebelin oleh bawahannya:
Ngebosi atau sok berkuasa
Ini biasanya terjadi pada orang-orang yang baru naik jabatan atau pertama kali menjadi seorang pemimpin. Hal tersebut dilakukan karena sebenarnya orang ini kurang percaya diri dan takut kalau dirinya dilecehkan oleh bawahannya sehingga dia menampilkan sikap berkuasa.
Sikap berlebihan atau lebay
Banyak atasan yang bersikap berlebihan, seperti marah-marah enggak jelas, membentak karyawan di muka umum atau gebrak-gebrak meja jika emosi. Padahal, apa yang dilakukan tidak akan menemukan solusi dari permasalahan yang ada, bahkan menimbulkan sikap antipati dari bawahannya. “Woles aja cuy….” kalau kata anak sekarang.
Memberikan Contoh buruk
Ini yang terkadang suka tidak disadari oleh seorang atasan. Sebagai atasan secara otomatis akan menjadi sorotan bawahannya, suka atau tidak suka. Jadi, bersikaplah layaknya seorang atasan yaitu memberikan contoh-contoh yang baik seperti bertutur kata yang sopan, berpenampilan yang baik dan beretika dalam memberikan arahan dan perintah.
Mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi
Seorang atasan kadang merasa dirinya super power, semua harus tunduk kepadanya. Hingga urusan pribadi pun ditugasi juga ke bawahannya, seperti mengantar jemput istri atau anak-anaknya.
Meminta hasil tanpa beri solusi
Ini juga sering terjadi, atasan hanya minta hasil dan hasil tanpa ada arahan yang jelas ataupun solusi darinya. Ia hanya menfokuskan dirinya pada target sementara langkah-langkah mencapai target diserahkan ke bawahannya.
Ada dua dampak yang terjadi, bawahannya menjadi mandiri dan tambah pintar atau kebalikannya, bawahannya frustasi dan mengundurkan diri atau dipecat karena tidak mencapai target yang diinginkan si atasan.
Memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi
Nah, ini bibit-bibit dari korupsi, memanfaatkan fasilitas kantor untuk kepentingan diri sendiri. Memakai uang perusahaan untuk membeli kebutuhan atau keinginan pribadinya. Yang lebih buruk lagi, punya rasa suka dengan salah satu bawahannya lalu didekati lalu memaksakan kehendaknya.
Mengadu Domba
Pernah ada pengalaman di sebuah perusahaan. Direkturnya suka mengadu domba. Semua karyawan diadu domba sehingga muncul internal konflik.
Si Direktur ngomong ke si A kalau ia dikatakan kerjanya tidak bagus oleh si B, Si A marah dan akhirnya balas ngomongin si B. Nanti omongan si A disampaikan ke si B dan akhirnya A dan B bertengkar.
7 hal di atas dapat dihindari jika kita menjadikan jabatan sebagai sebuah amanah yang akan dipertanggungjawabkan kelak.