Bernas.id – Saat ini sedang marak berita penerimaan CPNS di berbagai media. Sebagian pemuda di Indonesia masih berharap menjadi abdi negara dengan jaminan tunjangan hidup di hari tua yaitu tunjangan pensiun.
Walaupun belum tentu diterima, hal ini yang pernah dialami oleh Heri, lelaki lulusan salah satu Universitas di Surakarta jurusan PAI. Setelah gagal mendaftar CPNS, dirinya kemudian bertekad untuk wirasusaha. Terbetik di angannya untuk berjualan bakso. Dirinya memilih usaha bakso karena makanan ini selalu tersedia kapan saja tidak mengenal waktu dan musim. Di samping itu daerah asalnya Wonogiri terkenal sebagai pengusaha bakso.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Sejak kecil dia suka membantu ayahnya Suratno berjualan baso. Mulai dari berjualan keliling sampai tahun 1984 lalu menetap berjualan di samping Masjid Assalam Joglo. Semasa kuliah, Heri juga pernah mengikuti pelatihan wirausaha dan dirinya memilih bakso karena sudah akrab dengan kesehariannya.
Di samping itu karena makanan bulat kenyal berkuah inilah yang mengantarkan dirinya jadi sarjana. Rupiah demi rupiah yang dikumpulkan ayahnya dari berjualan baso mampu membiayai dirinya sampai lulus kuliah. Belajar dari ayahnya yang seorang ahli bakso walaupun kurang publikasi tetapi rasa bakso yang dihasilkan mampu menyaingi bakso-bakso yang sudah memiliki branding.
Awalnya sang ayah mengadu nasib di Jakarta sebagai buruh pabrik di kawasan Kapuk. Lelaki berusia 54 tahun ini belajar secara otodidak dari mencari daging sapi berkualitas baik dan segar, meracik bumbu sampai memasarkan bakso andalannya kepada pelanggan. Berbeda dengan dirinya yang belajar usaha dari pelatihan.
Dari hasil berdagang bakso, ayahnya mampu menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya di kampung sampai jenjang sarjana. Walaupun kehidupannya di Jakarta cukup sederhana dengan menyewa rumah petak di dekat tempat berjualan.
Baca juga: Inilah 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Pak Suratno yang lebih di kenal dengan sebutan Pakde Bakso Assalam karena sudah puluhan tahun berjualan di samping masjid Assalam Komplek DKI Joglo Jakarta Barat. Cukup mudah mencari keberadaannya. Jika Anda bertandang atau melewati daerah Joglo cukup tanya saja kepada warga di lingkungan ini karena Suratno telah mampu mencetak pengusaha-pengusaha bakso di lingkungan komplek. Beberapa paman Heri berhasil mengikuti jejak Suratno berjualan bakso. Walaupun sama-sama berjualan bakso, namun setiap orang yang sudah pernah mencicipi bakso buatannya akan langsung bisa membedakan rasa dan kualitas baksonya.
Yang lebih hebat lagi, Suratno berhasil membuat bumbu bakso kering sehingga bisa dibawa ke mana saja. Tak ayal, baksonya sudah mendahului dirinya ke luar negeri, seperti beberapa negara Asia, Belanda dan Turki. Semua itu dilakukan demi memudahkan pelanggannya yang rindu untuk mencicipi bakso buatannya.
Di mata Heri, ayahnya adalah sarjana sesungguhnya. Sarjana yang mampu menciptakan ladang usaha dengan manajemen yang sederhana pula. Bersama sang ayah dan seorang adiknya, saat ini Heri mengembangkan usaha baksonya. Semangat hidup yang penuh optimis dirinya yakin mampu bersaing dengan yang lainnya.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
