Bernas.id – Ais masuk ke kamar kost Tita. Mereka baru pulang belanja dari mall. Ais melihat Tita memegang hair dryer yang baru dikeluarkannya dari dus kemasan.
?Hmm, model rambutmu seperti Demi Moore, tapi masih butuh hair dryer?? Ais keheranan.
?Aku beli untuk ibuku. Salah satu hair dryer di salonnya rusak, sementara pelanggannya antre”. Tita menjelaskan.
Kisah di atas merupakan salah satu contoh motivasi belanja karena kebutuhan. Lain cerita dengan yang satu ini.
Seorang wanita mendatangi sebuah toko mebel. Wanita itu meminta layanan perbaikan atas sofa yang dibelinya 10 tahun lalu, yang katanya dia beli di toko tersebut. Kemudian, ayah dan anak siang harinya mendatangi rumah wanita itu. Setelah mengganti kaki sofa dan memasang skrupnya, mereka berpamitan. Dalam perjalanan pulang, sang anak bertanya, ?Ayah, kenapa ayah tetap melayaninya? Padahal ayah tahu, sebenarnya wanita itu tidak membeli sofa itu di toko kita. Bukankah kita melihat stiker di dekat kaki sofa yang rusak tadi? Dia membeli di toko lain!?
?Maksudmu, kita tetap melayani secara gratis padahal dia bukan pelanggan kita??
Sang anak mengangguk mengiyakan.
?Sekarang ini dia telah menjadi pelanggan kita.? Ucap sang Ayah.
Sang anak menatap ayahnya tanpa membantah, walaupun dalam benaknya berkecamuk banyak pertanyaan.
Ternyata benar apa yang dikatakan sang ayah. Beberapa hari kemudian wanita itu kembali lagi ke toko mebelnya untuk membeli satu set sofa baru. Sang anak mulai mengerti apa yang dikatakan ayahnya tempo hari. Dia belajar sesuatu dari kisah tersebut, yaitu motivasi wanita itu membeli di tokonya adalah karena pelayanan yang prima dan memuaskan.
Motivasi pembelian terhadap suatu barang memang berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Berikut ini ada 12 motivasi berbelanja suatu barang.
1. Kebutuhan
a. Benar-benar butuh (kebutuhan primer). Contoh: sembako untuk kebutuhan makan keluarga, jamu untuk menjaga kesehatan.
b. Tiba-tiba butuh. Contoh: kendaraan macet di jalan dan harus masuk bengkel.
c. Antara butuh dan tidak butuh. Contoh: hiasan dinding.
d. Sama sekali tidak butuh. Contoh: membeli sesuatu karena kasihan.
2. Emosional
a. Eksistensi diri. Contoh: baju seragam, potong rambut, pulsa HP, kuota internet.
b. Beli gengsi. Contoh: fashion trendi, rumah mewah.
c. Iri sama tetangga. Contoh: pasang AC di kamar tidur.
d. Pelayanan Pramuniaga Memuaskan. Contoh: kepuasan layanan purna jual, service yang memuaskan.
e. Hobby. Contoh: wisata kuliner, wisata belanja.
3. Faktor Lain
a. Sebagai hadiah untuk orang lain. Contoh: kado, hantaran.
b. Rekomendasi teman atau seorang ahli. Contoh: herbal obat stroke.
c. Sebagai cadangan, tabungan. Contoh: lilin, tikar, beli batu bata sedikit demi sedikit.
Nah, itulah jenis-jenis motivasi seseorang berbelanja. Kamu termasuk yang mana?
