Bernas.id? Sebagai orang Islam, kita pasti mengetahui bahwa rezeki itu datangnya dari Allah. Tapi seberapa besar keyakinan itu? Contoh, jika sebagai pelaku usaha masih menganggap kehadiran pesaing merebut lahan rezeki kita, berarti kita belum sepenuhnya yakin bahwa Allah lah yang memberi rezeki. Hingga akhirnya ada yang mengambil jalan lain untuk melakukan tindakan buruk. Entah dengan mendatangi ?orang pintar? untuk meminta bantuan agar usahanya laris manis. Bahkan ada yang tidak segan sampai membunuh karena dianggap menghalangi usahanya. Nah, jika sudah seperti itu pasti bahaya banget.
Persaingan, bukan hanya dalam bidang usaha saja tapi lahirnya seorang bayi ke dunia pun dimulai dari persaingan jutaan sperma. Sewajarnya, dalam hidup pasti akan mengalami banyak perubahan disekitar kita. Kita pun harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut. Salah satu hal yang harus kita lakukan untuk menghadapi perubahan tersebut adalah dengan meningkatkan spiritualitas.
Seperti contoh di atas, Jika sekiranya kita yakin bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur, seharusnya peristiwa seperti itu tidak akan pernah ada. Allah sudah mengaturnya, jadi kita seharusnya tidak perlu khawatir belum mempunyai penghasilan, tidak bisa makan, dan sebagainya yang membuat kita terpuruk hingga melakukan tindakan buruk. Allah menjamin rezeki kita sejak tiga bulan dalam kandungan. Maka janganlah iri pada rezeki orang lain, tetaplah bersemangat dengan berusaha dan berdoa. Tetaplah untuk memilih cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram. Allah pasti akan memberikan jalan keluar dan jalan rezeki.
Ibnul Qayyim berkata, ?Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmah-Nya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmat-Nya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.?
