Bernas.id – Banyak dari orang tua berkeinginan anaknya setelah besar nanti menjadi pengusaha sukses. Keinginan ini tidak semata-mata langsung jadi, tetapi akan lebih baik lagi apabila orang tua dapat berperan serta agar sang anak meeladani orang tuanya.
Cara mendidik anak sebagai entrepreneur berikut bisa jadi modal awal orang tua yang menginginkan anaknya menjadi entrepreneur sejati. Berikut beberapa sumber baik dari internet maupun dari hasil wawancara.
1. Belajar Berdagang
Mengajarkan anak berdagang akan meningkatkan kepercayaan diri serta belajar berkomunikasi. Namun hal ini tidak mudah. Apalagi, jika si anak tidak terbiasa melihat orang tuanya berdagang.
Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberi contoh berdagang sangatlah penting. Mulailah orang tua berdagang dengan skala kecil dan jenis barang daganganpun yang mudah dijual oleh si anak.
Perlihatkan kepada si anak bagaimana terjadinya suatu transaksi. Sehingga si anak dapat menirunya dan mempraktekkan sendiri.
Yang paling utama dalam ilmu berdagang ini adalah untuk menepis rasa malu untuk berdagang. Karena banyak anak yang mempunyai persepsi bahwa berdagang ini pekerjaan yang kurang berkelas. Selain itu, bisa jadi anak takut kalau dagangannya ditolak atau dinilai kurang berkualitas. Karena mereka belum terbiasa dengan penolakan.
Dengan pembelajaran berani malu dan siap ditolak, maka mental si anak akan semakin kuat. Dengan demikian ia siap menjadi pedagang atau sebagai pengusaha.
2. Anak dikenalkan dengan target
Apabila anak kita diikutsertakan oleh sekolah untuk mengikuti olimpiade matematika di luar kota ataupun kegiatan yang bersifat perlombaan, orang tua dapat menyampaikan target kepada anak sebagai berikut:
- Saat pergi tidak ditemani oleh orang tua (sasarannya agar anak dapat mandiri)
- Saat berkumpul dengan siswa sekolah lainnya, diminta mencari teman baru sebanyak 5 orang (melatih menambah jaringan)
- Memperoleh juara, terserah apakah juara 1, juara 2, juara 3 atau juara harapan. Apabila juara akan diberi hadiah.
Apabila dari tiga target, satu atau dua target tercapai, orang tua harus mengapresiasinya. Sehingga si anak akan happy dan akan menjadi kesan yang mendalam baginya.
3. Belajar Manajemen Keuangan
Berlatih mengelola uang dimulai dari mengatur uang transportasi dan jajan. Awalnya, beri anak uang setiap hari. Apabila kesehariannya, ia bisa menabung, maka anak dapat diberi kepercayaan dengan memberi uang dalam mingguan. Dan bila dalam beberapa minggu, anak bisa menabung, orang tua bisa memberi uang dalam bulanan.
Terkait mengelola keuangan, dibiasakan untuk melakukan kebiasaan bersedekah. Karena dengan bersedekah, akan meningkatkan daya beli orang. Jika demikian, perputaran ekonomi makro akan semakin baik dan orang akan semakin banyak berbelanja.
4. Belajar Kegagalan
“Tak semua orang mampu menghadapi kegagalan dengan bijak. Justru dengan anak mengalami kegagalan, saatnya orangtua melatih mereka bagaimana jadi pribadi yang tangguh dan bisa menghadapi kenyataan serta mampu melanjutkan langkah berikutnya,”
ujar Jamie M. Howard, PhD, seorang psikolog klinis menjelaskan bahwa si anak perlu dilatih arti dari kegagalan.
Selanjutnya, peran orangtua setelah adanya kegagalan perlu melakukan tiga langkah penting yaitu:
(a) Memberikan empati, sehingga si anak merasakan bahwa ia tidak sendirian saat menghadapi kekecewaan.
(b) Menceritakan ke anak bahwa semua orang pasti gagal, agar si anak tidak tenggelam dalam kesedihan.
(c) Meminta kepada si anak untuk mencari tahu penyebab kegagalannya, sehingga ke depannya ia dapat meminimalisir kegagalan.
Silakan dipraktekkan dan semoga bermanfaat. Tidak mudah, tapi berusahalah semaksimal mungkin. Nikmati prosesnya, pasrahkan hasil kepadaNya.
