Bernas.id– Seiring bertambahnya tingkat fresh graduate di Indonesia sekarang ini, bisa kita lihat banyak sekali bursa pameran kerja yang terselenggara. Para jobseeker berlomba-lomba memadati tempat bursa pameran kerja terselenggara. Alih-alih dengan ikut jobfair peluang diterima kerja di suatu perusahaan semakin terbuka lebar.
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
Namun, tahukah sebenarnya ada 3 hal penting sederhana yang suka terlupa oleh para fresh graduate agar perusahaan melirik surat lamaran yang telah dikirim dan agar surat lamaran yang telah kamu kirim ke email tidak sia-sia? Simak penjelasannya berikut ini:
1. Perhatikan Nama dan Gelar dari Manajer HRD Tempat Kamu Melamar Kerja
Kenapa harus memerhatikan nama dan gelar dari manajer HRD tempat kita akan melamar kerja? Apakah itu hal yang penting? Jawabannya: Ya, tentu saja! Hal pertama yang dibaca oleh penerima surat lamaran adalah nama dan titelnya. Sebisa mungkin cari tahu nama anggota HR atau manajer perusahaan tempat kamu akan melamar kerja. Cara mencaritahunya? Bisa lewat linkedin perusahaan, atau kamu juga boleh menghubungi langsung. Kalau hanya sekadar template “Kepada Yth, Bapak/Ibu di Tempat” akan menimbulkan kesan, si pelamar terlalu cuek dan terkesan kurang peduli.
Ayolah, sekarang ini zaman sudah maju. Informasi tentang seseorang bisa kita dapatkan lewat sosial media jika kamu mau mencari tahu. Kepo itu boleh-boleh saja selama kamu kepo dalam hal kebaikan, misalnya: dalam hal mencari tahu siapa nama manajer HRD tempat kamu akan melamar kerja. Tampillah beda dari kebanyakkan pelamar, agar perusahaan menilaimu sebagai pelamar yang outstanding.
2. Perhatikan Panjang Surat Lamaran yang Kamu Buat
Apakah tidak boleh mengirim surat lamaran yang terlalu panjang? Ya, alangkah baiknya surat lamaran yang kamu ajukan ke perusahaan tidak terlalu panjang. Walaupun HRD di suatu perusahaan tidak meneapkan batasan minimal berapa panjang karakter surat lamaran, Seorang staf HR di perusahaan berskala menengah di Indonesia saja rata-rata bisa menerima puluhan hingga ratusan surat lamaran.
Dan surat lamaran yang kamu buat ini, tidak akan berpengaruh banyak dari segi panjangnya berapa, jum[lah katanya berapa. Surat lamaran panjang lebar biasanya tidak akan menjadi poin plus, bahkan bisa jadi malah tidak dihiraukan. Cobalah membuat target menulis surat lamaran sekitar satu lembar halaman Microsoft Word. Jika sampai jauh melampaui batas ini, silakan diedit lagi, dan jangan sungkan untuk meminta pendapat dari orang-orang terdekat.
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Ide Pokok Paragraf dengan Mudah
3. Jangan Lupa untuk Mencantumkan Kontak Kamu Secara Lengkap di Surat Lamaran Kerja
Terkadang karena terlalu asyik menulis surat lamaran, kamu lupa untuk mencantumkan kontak pribadi kamu secara lengkap di surat lamaran. Yang dimaksud kontak pribadi secara lengkap tak hanya nomor rumah, nomor handphone, bahkan juga email pun harus dicantumkan secara lengkap. Jika kamu punya lebih dari dua email, silakan cantumkan dua-duanya. Tidak masalah. Karena menurut survei, masih banyak sekali pelamar yang lupa untuk mencantumkan kontak di surat lamaran yang mereka ajukan. Sebagus apapun lamaran kamu jika kamu tidak mencantumkan kontakmu ya percuma saja, Staff HRD akan kesulitan untuk menghubungimu untuk lanjut ke proses tahapan penerimaan kerja selanjutnya. Dan pastikan nomor handphone serta nomor rumah yang kamu cantumkan di surat lamaran kerja selalu aktif kapanpun.
Karena biasanya, HRD akan menghubungimu setelah jam makan siang. Jadi, jika kamu tengah menunggu panggilan kerja, selalu aktifkan nomor handphone serta nomor rumahmu. Serta tak lupa untuk selalu mengisi pulsa handphone, karena biasanya, Staff HRD akan memberikan konfirmasi kehadiran tak hanya lewat telepon, namun bisa juga lewat SMS ataupun chat Whatsapp.
Semoga tiga poin penting di atas, tidak lagi kamu lupakan saat mengirim surat lamaran ke sebuah perusahaan. Semangat terus untuk para pencari kerja, yakinlah Tuhan akan memberikan tempat kerja yang terbaik sesuai usaha-usahamu selama ini.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
