BALI, Bernas.id ? Aktivitas kegunungapian Gunung Agung terus mengalami peningkatan. Dalam seminggu terakhir, tercatat gempa vulkanik dalam terjadi 500 kali, vulkanik dangkal 300 lebih.
Pada Sabtu (30/9/17), ada gempa vulkanik dalam terjadi 166 kali, gempa tektonik lokal 4 kali dalam kurun waktu sejak pukul 06.00 WITA hingga 12.00 WITA. Berbagai macam gempa itu membuat permukaan kawah Gunung Agung mengalami retak.
Baca Gunung Agung Awas Menpar Wisatawan Bisa Berlibur di Bali
“Diperkirakan mencapai 100 meter (retak permukaan kawah),” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika, Senin (2//10/17).
Keretakan ini tentunya membuat permukaan kawah Gunung Agung berubah. Kini, petugas bisa mengamati solfara dari Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem. Petugas PVMBG juga telah melakukan pemantauan udara. Keretakan itu diketahui oleh PVMBG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dandim 1623.
Baca Jika Ada Debu Vulkanik Gunung Agung Bandara Ngurah Rai Ditutup
Selanjutnya, terlihat muncul gas oksida belerang atau solfatara yang menandakan ada perubahan di kawah Gunung Agung.Warga yang tinggal di radius 12 kilometer terpaksa harus mengungsi ke berbagai titik pengungsian di beberapa daerah.
