Bernas.id – Ada suasana yang berbeda ketika menjelang tanggal 30 September di tahun ini. Setelah sekian tahun film Pengkhianatan G30S/PKI tidak diputar dalam rangka memperingati tragedi tak terlupakan itu, tahun ini Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, mewajibkan para prajuritnya untuk menonton film tersebut. Meski demikian, himbauan ini juga berlaku untuk masyarakat umum.
Takayal masyarakat pun ramai membahasnya. Mulai dari kontroversi antara yang pro dan kontra. Hingga munculnya tanggapan dari orang nomor satu di seantero negeri, Presiden Joko Widodo. Presiden sendiri memberikan usulan yang cadas, yaitu agar diadakan remake atas film yang telah dirilis sejak tahun 1984 ini. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar para generasi zaman now bisa lebih klik dan tertarik untuk menontonnya.
Ternyata film yang berdurasi hampir empat jam ini menyimpan beberapa fakta yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun tv swasta, Jajang C. Noer, istri dari sang sutradara film ini mengupas beberapa fakta unik. Kuy, langsung simak aja!
1. Demi film ini, Jajang C. Noer memberanikan diri bertanya secara langsung kepada Presiden Soeharto, ?Bapak waktu di atas kasur pakai piyama motif apa??
Selaku pencari informasi, Jajang C. Noer, mau tak mau harus mengajukan pertanyaan sedetail mungkin terhadap narasumber, salah satunya adalah pertanyaan itu yang ditujukan kepada Presiden Soeharto. Seluruh jajaran pembuat film menginginkan kualitas film yang sedekat mungkin dengan keadaan sebenarnya, maka dengan menahan rasa nggak enak, Jajang C. Noer pun harus menanyakan hal ini.
2. Kebanyakan tokoh di film fenomenal ini nggak mirip dengan aslinya.
Sebagai sutradara, Arifin C. Noer mempunyai pertimbangan bahwa yang paling penting adalah bagaimana agar pesan dari film ini bisa tersampaikan dengan apik. Ia lebih memilih aktor yang mempunyai karakter hampir mirip dengan tokoh aslinya daripada sekadar mirip di wajah tapi karakternya jauh berbeda.
3. Nggak main-main, pembuatan film zaman old ini memakan waktu dua tahun.
Pasti kebayang, kan, bagaimana seriusnya pembuatan film ini? Dua tahun itu terbagi menjadi empat bulan pre-produksi, satu tahun lebih syuting, sisanya adalah editing.
4. Rano Karno ikut casting, tapi nggak lolos.
Mungkin banyak yang tertanya apa yang salah dengan pemeran utama sinetron keluarga Si Doel Anak Betawi Asli ini, hingga ia tak lolos casting? Ternyata salah satu faktor yang membuatnya gagal adalah karena ia mengikuti casting sebagai Kapten Pierre Tendean, padahal Kapten Pierre tidak memiliki tahi lalat di wajah. Inilah yang menjadikannya terhalang untuk memberikan andil dalam film sejarah ini.
5.Setelah menonton film Pengkhianatan G30S/PKI, salah satu yang akan diingat adalah kalimat, ?Darah itu merah, Jenderal!?
Salah satu scene yang membuat hati ikut berdesir adalah ketika upaya pembunuhan para jenderal dilakukan. ?Darah itu merah, Jenderal!? adalah kalimat yang diucapkan sebagai ancaman. Penasaran dengan adegannya? Tonton langsung saja filmnya!I
Itulah fakta unik yang ada dalam film sejarah Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat dengan tujuan agar setiap generasi bangsa dapat mempelajari sejarah dengan baik. Jika kamu mengaku generasi zaman now, nggak ada salahnya jika film ini masuk dalam daftar have to watch movie kamu.
