Bernas.id – Perkembangan teknologi otomotif semakin hari kian berkembang pesat. Beberapa produsen mobil saling bersaing dalam mengembangkan produk andalannya. Konsep terbaru mobil masa depan yang menjadi pilihan, bukan hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Namun, mobil masa depan diciptakan untuk sebuah ruang hidup yang nyaman juga tidak menghilangkan dari fungsi utamanya.
Berbagai inovasi pun muncul, para ahli otomotif mencoba untuk menemukan hal-hal baru guna memperbarui teknologi industri otomotif. Misalnya saja seperti mobil berbahan bakar dengan emisi rendah yang saat ini sedang populer atau mobil listrik yang muncul beberapa waktu lalu yang ditanggapi baik oleh konsumen roda empat. Tak lama berselang juga ada inovasi baru tentang mobil tanpa awak yang tentu menjadi sebuah penemuan bagus di bidang industri otomotif.
Baru-baru ini juga muncul inovasi baru, yakni sebuah mobil yang bisa berubah menjadi pesawat. Tepatnya, di pameran Frankurt Motor Show 2017, yang mengejutkan semua orang. Salah satu produesen, AeroMobil memamerkan sebuah produk mobil terbang. Hal tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan otomotif asal Slovakia ini dalam menciptakan mobil penembus kemacetan lalu lintas.
Baca Menghirup Freon Ketika Terjadi Kebocoran AC Mobil? Ini 4 Bahaya dan Solusinya!
Walaupun yang mereka pamerkan saat itu cuma berbentuk prototipe, Aeromobil sesumbar bahwa produk ini dapat mulai dinikmati masyarakat pada tahun 2021 mendatang. Dengan adanya kendaraan ini juga seolah menjadi perwujudan mimpi para penggemar film ?James Bond?. Agen rahasia berkode 007 tersebut memang diceritakan memiliki berbagai peralatan unik, salah satunya mobil terbang.
Apa Saja Fitur yang Dimiliki Mobil Masa Depan Ini
Douglas MacAndrew, Chief Technical Officer di Aeromobil,mengungkapkan bahwa Aeromobil merupakan campuran mobil dan pesawat yang gila! Mobil tersebut dapat beralih antara Mode Darat dan Mode Terbang dalam waktu tiga menit, klaim Douglas. Di darat, roda depan Aeromobil akan digerakkan dengan tenaga listrik. Bahkan, mereka menyebut kendaraan ini mampu mencapai kecepatan tertinggi 99 kilometer/jam. Sangat cepat untuk tipe mobil listrik yang juga bisa berfungsi sebagai pesawat terbang.
Jika dalam mode penerbangan, Aeromobil akan beralih ke mesin 2.0 liter turbocharged. Kekuatan mesin baling-baling dari mobil tersebut akan mampu membuatnya terbang dengan kecepatan maksimum 224 kilometer per jam. Namun, aeromobil ini masih bermasalah dalam fitur keselamatan dan ketersediaan SIM untuk mobil terbang.
Sebenarnya, mampu terbang menjdikannya sebuah tunggangan yang hebat, tapi, mobil ini juga masih menimbulkan sejumlah kekhawatiran. Walaupun telah difasilitasi dengan peralatan seperti kantong udara, sabuk pengaman, dan parasut, mobil ini belum menyediakan kursi ejector atau kursi yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan saat penerbangan dalam kondisi bahaya.
“Mengintegrasikan mobil penerbangan dan mobil darat bukan hal yang mudah. Kami memerlukan waktu 60 tahun penelitian untuk mewujudkan ini semua,? tutur Douglas.
Masalah lain yang harus dipertimbangkan pembeli adalah harus mempertimbangkan untuk membuka lahan di dekat rumah sebagai landasan terbang. Belum lagi, regulasi untuk SIM mobil terbang juga masih simpang siur, apakah mobil semacam ini nanti akan benar-benar diperbolehkan digunakan di lalu lintas padat? Semua masih menjadi misteri.
Kita hanya berharap saja, mobil semacam ini dapat di pergunakan di masa mendatang dan semoga saja dilengkapi dengan keamanan yang maksimal dan tidak mempersulit, bahkan sampai membahayakan pengemudi itu sendiri. Semoga bermanfaat!
