Bernas.id – Saya berpendapat bahwa ?pramuniaga? tidak sama dengan ?pelayan?. Pelayan hanya melayani pengambilan barang dari stand sesuai keinginan pembeli. Pramuniaga bertugas membantu pembeli dalam memutuskan barang yang tepat sesuai kebutuhannya. Jadi, pramuniaga cenderung sebagai konsultan bagi pembeli dalam mengambil keputusan pembelian..
Seringkali pramuniaga menyampaikan beberapa kalimat yang secara tidak sengaja ?mengusir? calon pembeli. Bukan hanya membuat calon pembeli mengurungkan niatnya berbelanja, tetapi lebih serius lagi yaitu menghadapi keluhan, omelan dan kehilangan omset.
Wahai pramuniaga, mereka membutuhkan Anda. Jangan Anda usir mereka dengan kalimat-kalimat yang sengaja ataupun tidak sengaja dikatakan kepada mereka. Berikut ini adalah beberapa kalimat yang perlu DIHINDARI oleh pramuniaga : (Komunikasi Penjualan Menuju Pramuniaga Juara, 2017)
1. Tentang Sapaan
a. ?Selamat Siang, cari apa ya, Bu??
Apalagi kalimat seperti ini, ?Mbaknya mau cari apa ya??
b. ?Selamat Sore, ada yang perlu dibantu ??
Kalimat senada, ?Mungkin ada yang bisa dibantu ??.
Ada pembeli yang tidak mau dibantu, ?Tidak, Mbak. Terima kasih.?
c. ?Wah, banyak banget belanjaannya!?
Pembeli bisa merasa malu belanja banyak. Namun, ada juga yang merasa bangga. Yang jelas, kepekaan hati tiap orang berbeda, maka belajarlah bijaksana!
2. Tentang Barang
a. ?Ini mahal, murahan yang itu.?
Keputusan membeli berada di tangan pembeli. Mahal atau murah tergantung sudut pandang. Anda tidak boleh mendikte pembeli untuk sepakat soal harga atau nilai barang. Pembeli yang butuh, semahal apapun akan dibayarnya.
b. ?Yang itu saja, Pak. Yang ini jelek.?
Bagus atau jelek adalah selera pembeli. Jangan paksa untuk mengikuti selera Anda. Bila di matanya barang itu bernilai dan bermakna, Anda mau apa ?
c. ?Percaya saja pada saya, barang ini bagus.?
Pembeli malah meragukan, ?Dasar penjual, biar dagangannya laku?. Selera pembeli belum tentu sama dengan selera Anda. Dorong mereka meyakini bahwa pilihannya tepat dan bagus.
3. Tentang Closing
a. ?Dik, yang ini mau nggak??
Kalimat ini akan mengarahkan pelanggan cenderung menjawab dengan spontan ?nggak?. Hindari kalimat yang berbuntut ?tidak?.
b. ?Cukup ini saja yang dibeli??
Kesannya menyudahi pembelanjaan. Peluang pelanggan untuk membeli lebih banyak akan hilang.
c. ?Maaf, Mas. Masnya jadinya mau pilih yang mana?”
Pelanggan kesal karena pramuniaga tidak sabar menunggu mereka. Akibatnya, mereka bisa menghentikan pemilihan barang saat itu juga. Stand berantakan tidak ada penjualan.
4.Tentang Sikap
a. ?Maaf, itu bukan bagian saya.?
Kalimat itu membuat pelanggan hilang kepercayaan. Maka bantulah pelanggan. Walaupun sedang berada di stand lain yang bukan tanggung jawabnya. Jika tak bisa membantu, layani sejenak dan pertemukan dengan pramuniaga stand bersangkutan.
b. ?Kalau nggak percaya, silahkan cek ke toko lain!?
Kalimat ini membuat pelanggan kecut dan bisa tersinggung. Yakinkan pembeli bahwa apa yang telah dipilihnya itu bagus.
c. ?Sudah? Apa lagi? Terus, apa lagi??
Sikap ketus dan acuh tak acuh membuat pelanggan merasa ter-?block?. Jadi menutup diri dan tidak tertarik untuk membeli banyak. Sering pelanggan akhirnya lupa barang yang perlu dibelinya.
Silahkan gali beberapa kalimat lagi yang sebaiknya kalian hindari. Buatlah kalimat-kalimat yang baik, bijaksana, dan menyenangkan pelanggan !
