Bernas.id – Sering kita mendengar perdebatan antar seniman mengenai kategori seni rupa murni. Mereka memperdebatkan mana yang termasuk seni rupa murni dan mana yang masuk ke dalam ranah seni terapan. Dahulu ranah kerajinan tangan masuk ke dalam ranah seni terapan. Namun semakin bergantinya zaman, batas antara seni rupa murni dan terapan semakin hilang.
Seperti asal katanya, mixed media berarti media yang digabung. Mixed media adalah sebuah karya seni yang menggabungkan berbagai media dan material menjadi satu. Dalam sebuah karya mixed media dibutuhkan kreativitas menggunakan berbagai media seperti kanvas, kertas, manik-manik, rajutan, metal, sampai benda-benda di sekitar kita.
Gerakan mixed media ini lahir dengan semangat bahwa seni rupa yang baik tidak harus dihasilkan oleh material yang berkelas. Bahwa benda-benda di sekitar kita jika dirangkai dan dikomposisikan secara baik dapat menjadi karya seni yang bernilai.
Apakah kita bisa membuat seni mixed media secara asal? Ternyata tidak. Seni mixed media tetap harus memperhatikan satu tema yang mengikat keseluruhan gambar. Dari tema tersebut, sang pembuat karya memikirkan warna dasar, pola, gambar, sampai tulisan yang mendukung tema tersebut.
Cara membuat mixed media adalah dengan memikirkan satu konsep utama kemudian menggunakan berbagai media untuk menghasilkan kesan yang diinginkan. Media tersebut kemudian disatukan dengan berbagai kombinasi teknik seperti teknik stencil, stempel, image transfer, spray, sampai teknik emboss. Teknik ini sering kali digabungkan dengan teknik kaligrafi dan pencantuman kutipan inspiratif.
Mengenalkan seni mixed media kepada anak dapat meningkatkan kemauan anak untuk mengekspresikan diri. Seni mixed media juga memberikan pengalaman eksploratif terhadap berbagai media dan berbagai teknik.
