Bernas.id – Sampai saat ini, belum ditemukan pengobatan efektif untuk menyembuhkan orang yang terkena AIDS. Sedangkan, jumlah orang yang terserang virus HIV di seluruh dunia pada tahun 2016 mencapai 36,7 juta jiwa. Satu juta jiwa meninggal akibat HIV pada tahun 2016. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan terhadap penyebaran virus HIV dan juga perawatan pada penderita yang telah terserang virus HIV.
Virus HIV yang menyerang tubuh seseorang tidak akan langsung serta merta menjadi AIDS. Setelah beberapa tahun terkena virus, barulah akan menunjukkan gejala AIDS, sehingga orang-orang tersebut tidak langsung menyadari kalau dirinya sudah terpapar HIV. Oleh karena itu, kita perlu melakukan tes VCT (Voluntary Counseling Test). VCT adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah kita terkena virus HIV atau tidak.
Tes ini bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Tes VCT ini pada umumnya gratis dan jika berbayar pun hanya berkisar Rp 100.000. Dengan melakukan tes ini, orang yang ternyata sudah terserang HIV, tetapi belum terkena AIDS dapat segera melakukan penangan untuk mencegah virus HIV berkembang.
Salah satu penanganan yang dilakukan adalah ARV (antiretroviral therapy). Terapi ini memang tidak membunuh virus HIV, tetapi dapat menghambat pertumbuhan virus, sehingga dapat menghambat munculnya gejala AIDS pada orang tersebut. Selain itu, pemberian ARV juga bertujuan agar dapat memperpanjang usia harapan hidup orang yang sudah terkena HIV ataupun AIDS.
ARV ini pun sangat mudah di dapat yaitu tersedia di berbagai rumah sakit pemerintah. Penderita pun tidak perlu mengeluarkan biaya karena ARV tersedia gratis di rumah sakit pemerintah tersebut. Seandainya mencari di apotek pun, harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau.
Yuk, kita melakukan VCT untuk tahu status HIV kita. Dan semoga hasilnya negatif.
