Bernas.id- Menjadi guru masa kini tidaklah mudah. Selain memiliki tugas untuk mendidik, guru juga harus mampu menguasai beberapa kompetensi untuk menunjang pembelajaran. Guru dituntut untuk melaksanakan tugas secara profesional dan diharapkan memiliki akhlak yang mulia. Oleh karena itu, bisa dikatakan guru merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah. Namun, sebagian besar guru saat ini masih diserang berbagai penyakit yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Penyakit tersebut antara lain :
1. Masuk kelas tanpa persiapan
Kebiasaan ini sering membuat siswa bingung, guru hanya asal masuk kelas tanpa adanya rencana pembelajaran yang akan digunakan. Tanpa adanya persiapan materi maupun metode, otomatis guru kurang menguasai materi yang akan disampaikan. Ketika ada siswa yang kurang paham, guru hanya menjawab sekedarnya saja tanpa adanya penguatan, sehingga siswa akan sulit menerima materi tersebut.
2. Malas mengerjakan administrasi kelas
Administrasi merupakan suatu hal yang melekat pada pekerjaan seorang guru misalnya data kelas, jurnal kelas, analisis soal, dan perangkat pembelajaran. Dengan adanya beberapa dokumen tersebut dapat mempermudah guru dalam merekap suatu data saat diperlukan sewaktu-waktu. Dokumen tersebut juga dapat merekam kegiatan yang sudah dilakukan saat mengajar, sehingga dapat mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Namun, ada saja guru yang malas mengerjakan administrasi kelas, sehingga pekerjaan menjadi menumpuk.
3. Kurang sayang kepada anak
Setiap anak membutuhkan kasih sayang baik dari orang tua atau orang yang ada di sekitarnya. Saat di sekolah, tentu kasih sayang itu bisa didapatkan dari guru dan temannya. Jika guru kurang sayang terhadap siswa, hal itu akan sangat mempengaruhi sikap siswa terhadap guru, sehingga tidak ada saling perhatian antara guru dan siswa. Anak dianggap nakal oleh guru dan sebaliknya guru dianggap galak oleh siswa. Seharusnya guru memahami kondisi siswa agar tercipta rasa saling menyayangi di lingkungan sekolah.
4. Tidak bisa mengoperasikan komputer
Di era global ini, masih banyak guru yang tidak bisa mengoperasikan komputer atau bisa dibilang gaptek (gagap teknologi). Saat di depan komputer merasa takut dan kurang percaya diri, sehingga enggan untuk belajar dengan berbagai alasan. Hal tersebut menyebabkan guru tidak bisa mengerjakan sendiri tugasnya, sehingga mengandalkan orang lain atau rental. Padahal, sekarang ini hampir semua dokumen sangat memerlukan peran komputer. Dengan adanya komputer, semua pekerjaan akan lebih mudah dan cepat diselesaikan. Jika guru terus-terusan enggan untuk belajar komputer, maka dapat menghambat pekerjaan guru untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi guru yang sudah mendekati pensiun karena memang sudah beda generasi.
5. Sering ngerumpi dan suka mainan handphone
Ketika ada waktu senggang tidak digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan dan kemajuan siswa. Guru lebih sering ngerumpi, ngrasani orang lain dan mainan handpone dengan berlebihan. Saat di sekolah, guru boleh saja mengoperasikan handphone, asalkan sesuai fungsinya dan tidak berlebihan. Sebenarnya, banyak pilihan kegiatan yang dapat dilakukan saat waktu senggang, misalnya membaca buku untuk menambah wawasan keilmuan. Aktivitas ngerumpi juga bisa diganti dengan bersosialiasi bersama guru lain, siswa atau warga di dekat sekolah agar dapat menambah rasa kebersamaan.
Itulah beberapa penyakit yang sering menyerang guru masa kini. Nah.. mumpung masih bertepatan dengan momen ?Hari Guru? marilah semua guru melakukan introspeksi diri. Masihkah menderita penyakit tersebut? Bila masih, maka tiada kata lain, harus segera meluruskan niat dan berusaha mengobatinya agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.
