Bernas.id ? Mendengar judulnya saja pasti akan membuat Anda bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dari judul artikel ini. Sebenarnya judul tersebut diambil dari kejadian di sekitar kita pada umumnya, di mana banyak sekali orang-orang di luar sana menilai orang lain hanya dengan melihat apa yang mereka lihat, namun tidak menilai dengan apa yang sebenarnya tidak mereka lihat.
Apa yang engkau lihat belum tentu benar, karena penampilan dari luar kadang mengecoh. Maka, berhati?hatilah dalam berprasangka tentang hidup seseorang, supaya hidupmu tidak terjerumus pada hal yang dapat merugikan diri sendiri.
Ketika mereka engkau pandang hina, bukan berarti kita lebih baik dari mereka, maka kenalilah hatinya sebelum engkau berbicara banyak tentangnya. Karena hal itu jauh lebih baik daripada berbicara tanpa kita tau akan kebenarannya.
Berikut beberapa 3 hal yang akan membuatmu terhindar dari suuzan (berprasangka buruk). Di antaranya
:
1. Pandailah Berhusnuzan (prasangka baik)
Terlihat buruk belum tentu hatinya pun buruk, oleh sebab itu pandailah dalam berhusnuzan! Dan apa yang mereka lihat baik di luar belum tentu hatinya pun baik. Maka kenalilah hatinya dahulu sebelum engkau memberi label pada hidup mereka, supaya engkau tidak salah paham atau tidak salah dalam menjalin hubungan ukhuwah antar sesama.
2. Pahami Sikap dan Perilakunya
Pahami sikap serta semua perilakunya, maka engkau akan tahu tentang dirinya yang sebenarnya. Jangan hanya memandang suatu keadaan dari luarnya saja. Karena jika hal itu dibiarkan, maka engkau akan hidup dengan perasaan yang terbiasa menyimpan prasangka sembarangan pada hidup orang lain. Dan hal itu hanya akan menyulitkanmu suatu saat nanti dihadapan Allah. Kenapa? Karena hatimu sudah tak dapat engkau kendalikan dengan baik, dan tentunya semua itu akan engkau pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
3. Berhentilah Berperasangka Hanya Sebatas Pikiran Semata
Maka hentikanlah prasangkamu hanya dengan sebatas pikiranmu sesaat. Jika engkau tidak mau melakukannya, maka engkau akan tersekat oleh perihnya rasa buruk sangka tersebut. Sekali seseorang berprasangka buruk terhadap orang lain, maka hal itu akan berkelanjutan. Bagaimana dengan keadaan hati bagi orang yang selalu dan senantiasa berburuk sangka? Sesungguhnya mereka akan mengundang penyakit-penyakit hati lainnya, seperti menggunjing, menfitnah, dan menvonis tanpa sebab. Apabila hal tersebut terjadi, maka tentunya hati akan mati karena sudah terlalu banyak keburukan yang bersarang di dalam hati, sehingga tak ada lagi ruang untuk dapat menampung hidayah itu.
Maka milikilah hati yang tak pernah menyakiti. Selalu senantiasa menjaga hati yang lain, demi terciptanya perasaan dan hubungan yang harmonis .
