Bernas.id ? Sportivitas merupakan hal yang senantiasa dianjurkan dalam olah raga, tak terkecuali sepak bola. Namun kenyataannya masih banyak pemain sepak bola yang dengan sengaja melakukan cara-cara yang tidak terpuji supaya timnya bisa memenangkan pertandingan.
Hal itulah yang dilakukan oleh Rodrigo, pemain belakang asal klub Ponte Preta yang berlaga di Liga Serie A Brazil. Saat bertanding melawan Vitoria pada hari Senin (27/11/2017), Rodrigo mencoba memprovokasi pemain lawan dengan cara menusukkan jarinya ke bagian bokong sang pemain.
Bak senjata makan tuan, tindakan Rodrigo tersebut ternyata terpantau oleh wasit dan kamera pertandingan. Rodrigo pun dikartu merah oleh wasit di menit ke-20 sehingga Ponte Preta sejak itu harus bermain dengan hanya 10 pemain.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Hilangnya satu pemain di kubu Ponte Preta langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Vitoria. Sebelum Rodrigo dikartu merah, Ponte Preta sebenarnya sedang berada dalam posisi unggul 2-0.
Namun sesudah Rodrigo diusir wasit, para pemain Vitoria langsung bermain trengginas. Mereka berhasil mencetak 3 gol balasan sehingga kini tim tuan rumah berada dalam posisi tertinggal 2-3.
Melihat timnya berada di ambang kekalahan, para pendukung Ponte Preta nekat menjebol pagar pembatas dan menyerbu masuk ke dalam lapangan. Pertandingan pun terpaksa dihentikan untuk sementara. Namun karena keadaan tidak kunjung membaik, wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan.
Pertandingan itu sendiri akhirnya dinyatakan berakhir untuk kemenangan Vitoria. Hasil tersebut dianggap sangat penting bagi Vitoria karena raihan 3 poin ini memperbesar peluang mereka untuk bertahan di Liga Seria A. Sekarang Vitoria tengah menempati peringkat ke-15 dan hanya berjarak 1 poin dari zona degradasi.
Ponte Preta di lain pihak harus mengucapkan selamat tinggal pada Liga Serie A musim depan. Pasalnya kekalahan ini membuat mereka secara matematis tidak mungkin lagi keluar dari zona degaradasi dengan hanya satu pertandingan liga yang tersisa.
Rodrigo tak pelak menjadi kambing hitam utama atas kekalahan yang menentukan nasib timnya ini. Presiden klub Vanderlei Pereirasampai turut angkat bicara dengan menyatakan kalau tindakan Rodrigo adalah hal yang kekanak-kanakan dan tidak penting. Pelajaran bagi pemain lain di seluruh dunia agar selalu menjunjung tinggi sportivitas.
