Bernas id – Siapa yang tidak ingin mendapat IPK tinggi. Hal tersebut sangat wajar dan keseluruhan mahasiswa menginginkannya. Tingkat pencapaian belajar dapat diukur dengan perolehan IP tiap semester. Untuk itu mahasiswa, berlomba-lomba mendapat IPK tinggi. Terkadang tidak sedikit yang menghalalkan berbagai cara untuk memperolehnya. Plagiat misalnya. Sebagaian besar tidak ingin melewati yang namanya proses. Padahal menempuh cara secara instan tidak akan bertahan lama. Bagi sebagian orang mengatakan bahwa meraih IPK tinggi ataupun cumlaude sangatlah sulit.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Meraih IPK tinggi bukan hal yang sulit jika kalian mengetahui tips-nya. Berikut tips mendapatkan IPK tinggi atau cumlaude.
1. Pandai memilih dosen
Dosen adalah penentu akhir nilai kalian. Jika kalian salah dalam menentukan dosen di tiap mata kuliah, kelarlah sudah. Kalian harus berjuang sendiri. Harus cerdas dalam memilih dosen tiap semesternya. Kenali tiap penilaian dosen. Apabila dosen tersebut terkenal pelit nilai maka jangan dipilih. Hal ini bisa dilihat dari pengalaman semester sebelumnya atau dari kakak tingkat maupun teman yang sudah pernah diajar dosen tersebut.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
2. Rajin bertanya
Biasanya metode pembelajaran di perguruan tinggi dengan cara presentasi. Untuk itu dalam proses pembelajaran di kelas jangan menjadi mahasiswa pasif. Aktiflah dalam setiap pertemuan dengan bertanya. Tetapi bertanyalah yang dengan pertanyaan berbobot. Jika tidak ada kesempatan bertanya kalian bisa menanggapi hal yang berkaitan dengan pertanyaan teman atau hasil persentasi itu sendiri.
Intinya berbicaralah entah itu bertanya, menanggapi, atau kritik dan saran. Hal ini akan menambah nilai keaktifan. Bisa jadi keaktifan dapat menolong nilai UAS yang kurang memuaskan.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
3. Hindari bolos
Kalian harus paham penilaian kehadiran yang diterapkan dosen. Sering kali hal ini disepakati di awal pertemuan. Biasanya dijelaskan berapa prosentasi kehadiran siswa dalam satu semester. Dengan prosentasi yang telah disepakati kalian bisa memprediksi berapa kali diizinkan tidak hadir. Apabila melebihi prosentasi biasanya menyebabkan nilai tidak keluar. Ada juga guru yang memberi penilaian akhir berdasarkan tingkat kehadiran. Jika kehadiran 100% maka akan diberi nilai A. Selain itu ada dosen yang tetap menganggap masuk apabila izin disertai dengan surat dan bisa dipertanggungjawabkan. Maka kenali penilaian kehadiran masing-masing dosen jika masih berharap IPK tinggi.
Baca juga: Inilah 6 Sertifikasi Akuntansi Bagi Profesi Akuntan di Indonesia
4. Organisasi
Hal umum antara mahasiswa dan organisasi. Organisasi juga bisa memengaruhi pola berpikir. Dengan menjadi aktivis setiap organisasi maka akan muncul pemikiran-pemikiran baru. Pemikiran-pemikiran ini nantinya berpengaruh ke prestasi akademik karena sudah terbiasa berpikir. Di setiap organisasi akan mendapat teman atau relasi yang tidak hanya satu jurusan. Yang didapatkan dari organisasi yaitu ketika ada mata kuliah yang sama bisa sama-sama belajar, atau bisa bertanya ke kakak tingkat yang sudah mempelajari mata kuliah tersebut. Biasanya jika yang ditanyakan pada mata kuliah dengan dosen yang sama, soal yang diberikan kemungkinan besar sama.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
5. Komitmen
Targetkan IPK tiap semester yang harus didapat. Misalnya, semester ini harus memperoleh IPK 3,5 maka semester depan 3,75 dan seterusnya. Adanya target akan membuat kalian semangat. Akan terpacu untuk belajar dan belajar. Harus bisa berkomitmen akan target yang harus tercapai. Jadi komitmen itu penting!
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
