Bernas.id – Saat ini adalah zaman yang serba mengandalkan teknologi. Media online menjadi sasaran bagi masyarakat di seluruh dunia dalam melakukan banyak hal. Adanya media online membuat setiap orang bergantung pada gadged-nya dan dengan adanya media online ini baik sosial media, dan media online lainnya menjadikan banyak orang yang berkarya di dalamnya. Salah satunya adalah menulis. Banyak sekali media sosial saat ini yang keseluruhan isinya membuat para penggunanya untuk menulis. Dan menulis di media online menjadi minat terbesar, karena masyarakat saat ini banyak menggunakan gadget-nya sehingga memungkinkan memiliki banyak pembaca.
Ada banyak orang yang dengan mudahnya menulis di sosial medianya, namun juga ada yang kesulitan untuk menulis. Adapun juga yang di dalam dirinya memiliki keinginan untuk menulis namun terkadang terhenti dan tak memiliki semangat untuk menulis. “Ada yang memiliki keinginan dan kemampuan dalam menulis namun malas untuk menulis?” “Bagaimana mungkin kita melewatkan zaman yang serba canggih ini untuk tidak memanfaatkan kemampuan kita dalam menulis?” Sarana banyak juga kan, ada blogger, tumbler, wordpress, dan lainnya. Dan dari semua itu dapat menjadikan sebuah karya yang bisa nantinya dijadikan buku.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Nah, mari kita belajar bersama untuk menciptakan semangat dalam menulis. Ada beberapa hal yang perlu kita tahu, sehingga menciptakan semangat untuk menulis yaitu :
1. Menulis menjadikan kita dikenal oleh dunia
Dengan menulis akan ada sedikit demi sedikit pembacanya yang nantinya akan terus memiliki banyak pembacanya. Karena dengan menulis, karya tulismu akan abadi dan pembacamu akan menyebarkan tulisan-tulisan itu sehingga banyak yang menyukainya dan menjadikan semakin banyak yang mengenalmu.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
2. Menulis merupakan ladang pahala
Pastikan kita menuliskan hal-hal baik dan bermanfaat bagi pembaca. Dengan kita menulis hal-hal baik yang bermanfaat dan setelah itu tulisan kita dijadikan pembelajaran untuk pembacanya sehingga bermanfaat bagi pembacanya, maka pahala kebaikan diberikan pada kita. Karena tulisan kita bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. Adapun jika kita menuliskan tentang ilmu dan ilmu yang kita tulis dilakukan oleh pembaca, maka pahala itu sampai pada kita juga dan menjadikan amal jariyah atas apa yang kita tulis. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh” (HR. Muslim).
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
3. Menulis menjadikan ilmu itu akan terus tersimpan
Dengan menulis kita menyimpan sebuah ilmu yang kita dapat, sehingga menjadikan kita memiliki banyak ilmu. Karena tiap ilmu yang didapat kita langsung tuliskan dan dapat menjadi bahan tulisan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan menulisnya” (HR. Ahmad). Adapun perkataan Imam Asy Safi’i rahimahullah yaitu, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan jika engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja”. Ingat menulis itu butuh ilmu gunanya untuk menambah wawasan pengetahuan dan dengan tujuan dapat dibagikan kepada banyak orang. Tidak ingin kan tulisannya tidak ada isinya sehingga tidak bermanfaat bagi pembaca?
Itu adalah beberapa hal yang dapat menyemangati kita untuk terus menulis. Untuk kita semua jangan ragu untuk menuliskan hal-hal baik, karena kebaikan akan datang kepada kita juga. Dan walau kita hanya dapat menulis sedikit-sedikit pastikan kita tidak berhenti, karena untuk bisa harus terlatih untuk membiasakannya.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
