Bernas.id – Hangat, berita wafatnya Dokter Letty Sultri (46) akibat diberondong timah panas sebanyak enam kali tepat dibagian mematikan, dada dan perut. Adalah Dokter Ryan Helmi (41) seorang dokter spesialis kecantikan yang tega berbuat brutal tersebut. Mirisnya keduanya adalah pasangan suami istri.
Kejadian memilukan ini dipicu kekecewaan Dokter Ryan Helmi (pelaku) yang digugat cerai oleh korban. Karena korban tidak sanggup lagi melanjutkan rumah tangga, akibat pelaku kerap melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Lantas apa sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya KDRT?. Sehingga para pelakunya acap kali kalap hingga menimbulkan korban jiwa. Berbagai faktor pemicu perceraian, di antaranya masalah ekonomi keluarga, sampai akibat pengaruh alkohol atau narkoba.
Namun faktor psikologis, moralitas dan etika menjadi faktor yang paling dominan. Berikut ulasannya:
1. Bicara Keras dan Kasar
Nada bicara yang keras dan kasar akan mudah menyinggung perasaan orang lain. Sehingga orang yang mendengarnya merasa sakit hati. Seperti kata pepatah,
Bila pedang lukai badan, masih ada harapan sembuh. Namun bila lidah lukai hati kemana obat hendak dicari?
Oleh sebab itu, bicara kasar bisa memicu keributan, yang jika berlanjut dapat mengarah pada terjadinya KDRT.
2. Egois
Egois atau sifat ingin menang sendiri menjadi faktor lainnya yang dapat menyebabkan KDRT. Sifat egois menyebabkan masing-masing anggota keluarga merasa paling benar dan tidak ada yang mau mengalah dalam menghadapi masalah. Sifat mau menang sendiri ini juga dapat menimbulkan perpecahan hingga kekerasan.
3. Tidak Sabar
Setiap rumah tangga tidak mungkin luput dari masalah. Maka setiap anggota keluarga baik suami, istri dan anak hendaknya selalu bersabar dalam menghadapinya. Rasulullah bersabda,
?Ada dua hal pada diri kalian yang Alloh cintai, yaitu lemah lembut dan tidak mudah marah.?
(Hadist Riwayat Muslim).
Jadi, kesabaran menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sebuah hubungan.
4. Kurang Terbuka
Keterbukaan dalam rumah tangga menjadi poin penting. Jika antar anggota keluarga masing-masing tidak saling terbuka, maka akan menimbulkan kecurigaan dan prasangka buruk. Hal ini lambat laun akan menggerus kepercayaan yang pada akhirnya menyulut konflik dalam rumah tangga.
5. Mencari Kambing Hitam
Mencari kambing hitam artinya mencari orang yang dipersalahkan atau menjadi tumpuan masalah. Misalnya ketika suami memiliki masalah di tempat kerja, keluaga dijadikan kambing hitam. Kebiasaan mencari kambing hitam dalam menyelesaikan permasalahan juga memicu percikan-percikan amarah yang bisa menimbulkan KDRT.
6. Tidak Demokratis
Setiap anggota keluarga dalam rumah tangga memiliki peran, hak dan tanggung jawabnya masing-masing. Oleh sebab itu, semuanya harus memahami dan menjalankan peran serta kewajibannya secara utuh dan sesuai porsinya. Sikap tidak demokratis, seperti memaksakan kehendak, lalai terhadap hak anggota keluarga lainnya dan lalai dari tanggung jawab bisa menimbulkan kekecewaan, yang pada akhirnya berujung pada KDRT jika tidak segera diatasi.
Demikianlah faktor-faktor yang bisa menyebabkan KDRT. Dan, Semoga kita bisa mengambil makna dari firman Allah, surat Ar-Rum ayat 21, berikut
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Ayat tersebut memang biasanya disematkan dalam undangan pernikahan. Semoga bukan menjadi sekadar formalitas apalagi hiasan. Amin.
