Bernas.id – Sebagian besar orang tua pasti ingin melihat sang buah hati tumbuh menjadi seseorang yang cerdas dan terdidik. Tak hanya cerdas dalam hal akademik saja, tapi juga cerdas secara emosional. Nah, di bawah ini ada beberapa cara untuk menstimulus agar kecerdasan emosional buah hati Anda dapat berkembang. Yuk, simak selengkapnya!
Tumbuhkan Growth Mindset Pada Anak
Sebuah penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa anak-anak akan terpacu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, dan bekerja lebih keras saat anak mendapatkan pujian atas upaya mereka. Terutama pujian dari orang tuanya. Pujian yang dimaksud, yaitu memuji upaya yang telah mereka lakukan. Bukan memuji kecerdasan mereka.
Daripada memuji dengan kalimat, “Wah, anak Mama pinter sekali …? Akan lebih baik jika mengatakan, “Hmmm … Anak Mama pasti belajar dengan sungguh-sungguh ya, untuk mendapatkan hasil ini.”
Apresiasi tersebut dapat memacu tumbuhnya growth mindset pada anak, yaitu keyakinan bahwa ia bisa berbuat lebih baik.Yang mana nantinya ia juga yakin akan mendapatkan manfaat dari apa yang diperbuatnya.
Oleh karena itu, tindakan tersebut memang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Hasil dari sebuah studi panjang, yang dilakukan selama lebih dari 30 tahun menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan growth mindset perkembangan akademiknya akan lebih baik. Mereka lebih mampu menyelesaikan masalah, mengahadapi kegagalan yang mendera, serta instrospeksi tentang kesalahannya.
Kenalkan Anak Pada Berbagai Macam Emosi
Seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young, Ross Flom, mengatakan bahwa mengembangkan kecerdasan emosional anak adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal tersebut akan membantu perkembangan kognitif dan sosial anak. Orang tua harus mengimbangi dengan mengajarkan untuk belajar membaca isyarat emosional yang baik.
Contohnya, ketika anak sedang bermain, lalu dengan tidak sengaja ada seorang teman yang menabraknya, maka orang tua harus segera memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Bisa dengan mengatakan kepada sang anak, “Temanmu tidak sengaja, Nak. Ayo, bilang ke dia kalau kamu tidak apa-apa.” Orang tua perlu memberikan pengertian kepada anak agar bisa memahami bahwa hal itu adalah sebuah kecelakaan. Sehingga ia tidak perlu meluapkan amarah dan dendam kepada anak yang tidak sengaja menabraknya. Secara tidak langsung, anak juga akan mulai terlatih untuk mengidentifikasi kejadian-kejadian ada di sekelilingnya. Ajarkan emosi yang positif pada buah hati Anda karena hal ini akan memacu kecerdasan emosionalnya.
Jangan Lupa Penuhi Tangki Kasih Sayang Pada Anak
Ciuman, pelukan, dan belaian yang diberikan oleh orang tua adalah hal yang sangat berharga bagi anak. Anak akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya. Hal ini akan memacunya untuk melakukan sesuatu yang positif. Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian adalah dengan menangis. Jika kebutuhan cinta dan kasing sayang yang ada pada anak telah dipenuhi, maka anak tidak mudah menangis.
Pemberian kasih sayang mulai berlaku sejak anak masih berada di dalam kandungan. Bagi seorang (calon) ibu menerima kehamilan dan kehadiran bayi dengan hati yang ikhlas dan bahagia adalah sebuah keharusan. Tanpa adanya kasih sayang yang cukup, tumbuh kembang bayi akan mengalami gangguan.
Segala macam kondisi di luar dapat merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya. Jika seorang ibu hamil merasa bahagia, maka darah akan melepaskan neo-transmitter, zat-zat rasa bahagia. Sebagai akibatnya, sang bayi di dalam kandungannya pun akan merasa bahagia.
Salah satu kebiasaan yang sering kita lihat adalah kebiasaan mengelus-elus perut oleh ibu hamil terhadap bayi di dalam kandungan.Ternyata hal ini memiliki manfaat bagi tumbuh kembang bayi. Pada umumnya stimulasi ini akan efektif pada kehamilan yang sudah menginjak usia trimester kedua.
Yuk, tanya pada diri sendiri, sudah sejauh mana upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak? Apakah tiga hal diatas sudah Anda perhatikan?
