Bernas.id – Game adalah hal yang digandrungi oleh sebagian besar remaja perkotaan. Memiliki gawai pribadi dan koneksi internet di rumah adalah hal yang memudahkan remaja aktif bermain game. Game online lebih seru jika dimainkan secara bersama-sama dengan teman.
Ada remaja yang dalam mengatur waktunya, sedikit bermain game dan banyak belajar. Ada pula remaja yang dapat menyeimbangkan kegiatan belajar dan bermain game. Namun ada pula remaja yang kurang dapat mengatur waktu antara belajar dan bermain game.
Remaja yang kurang mampu membagi waktu bermain game dan belajar biasanya menghadapi masalah serius di sekolah seperti; sering mengantuk karena bermain game hingga larut malam, prestasi menurun karena kurang belajar dan tidak menyelesaikan tugas karena fokus belajar sudah teralihkan.
Sebagai lembaga yang menaungi proses pembelajaran siswa yang berada pada usia remaja, sekolah perlu memilik langkah penanganan. Langkah penanganan siswa yang suka bermain game digunakan sebagai acuan perbaikan siswa. Simak ulasan singkat berikut mengenai apa saja yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membuat siswa mengurangi hobi bermain game:
1. Cari penyebab
Sekolah perlu mencari penyebab siswa menggandrungi game. Apakah faktor kebiasaan sejak kecil, atau ikut-ikutan teman saat ia sudah berada di tahap usia saat ini.
2. Selidiki pola hidup
Selidiki pola pengaturan waktu yang dimiliki siswa dalam kesehariannya. Guru perlu menggali berapa lama siswa bermain game dalam sehari semalam, kapan waktunya dan game apa yang ia mainkan. Selain itu, guru juga perlu mengetahui jadwal belajar yang dilakukan siswa. Intinya, guru perlu menggali jadwa keseharian siswa yang suka bermain game.
3. Diskusi dengan orang tua
Diskusikan dengan orang tua mengenai langkah apa yang dapat diambil. Dalam mengubah perilaku siswa yang gandrung akan game online, diperlukan keterlibatan orang tua secara penuh. Sekolah mengawasi dalam batasan tertentu. Saat siswa berada di rumah, orang tualah yang memegang kendali penanganan itu sendiri.
4. Buat batasan penanganan
Perlu dibuat batasan langkah penanganan. Guru dapat membuat beberapa tahapan penanganan. Apa yang akan diubah terlebih dulu, kecanduannyakah? Atau penyelesaian tugas. Guru perlu membuat langkah detail penanganan itu sendiri.
5. Buat kesepakatan
Buat kesepakatan penanganan antara guru, siswa dan orang tua. Dalam kesepakatan, dituliskan langkah yang diambil, reward dan punishment yang diberikan.
6. Konsisten pada penanganan dan kesepakatan
Penanganan permasalahan haruslah konsisten. Denmikian pula dengan pelaksanaan hasil kesepakatan. Konsistensi perlu dilakukan agar terdapat kesimabungan penanganan masalah itu sendiri.
7. Amati dan catatan perubahan
Amati setiap perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masa penanganan. Berkurangnya kecanduan game pada siswa tidak terlepas dari bagaimana kita mengamati perubahan itu sendiri. Mencatat perubahan yang terjadi memudahkan kita melanjutkan penanganan.
8. Reward and punishment
Berlakukan reward and punishment, saat siswa melanggar kesepakatan yang teah dibuat maka berikan sanksi seperti yang sudah disepakati. Namun, saat siswa menunjukkan perubahan yang sedikit, berikan penghargaan terhadap usahanya untuk berubah.
Kecanduan terhadap apa pun dapat dikurangi bahkan dihentikan. Syarat utamanya adalah kesabaran dan ketelatenan dalam penanganan. Menangani kecanduan game perlu kesabaran yang ekstra karena siswa berada dalam zaman di mana kemudahan akses ada dalam genggamannya.
